Singapura–Filipina Teken Kesepakatan Kredit Karbon Pertama di Bawah Pasal 6 Perjanjian Paris

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Singapura dan Filipina menandatangani perjanjian implementasi kerja sama kredit karbon di bawah Pasal 6 Perjanjian Paris, menandai kesepakatan bilateral pertama bagi Filipina sekaligus tonggak penting pengembangan pasar karbon kawasan.

Perjanjian tersebut diteken dalam ajang ASEAN Climate Week di Manila oleh Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu dan Menteri Lingkungan Filipina Juan Miguel T. Cuna.

Kesepakatan yang bersifat mengikat secara hukum ini memungkinkan pembangkitan dan transfer internasional kredit karbon berintegritas tinggi dari proyek mitigasi yang sejalan dengan aturan Pasal 6.

Read also:  Dukung Capaian NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation

Grace Fu mengatakan kerja sama ini mencerminkan penguatan hubungan bilateral sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan masyarakat.

“Perjanjian ini akan menyalurkan pembiayaan iklim ke proyek-proyek berdampak di Filipina serta membuka peluang baru di pasar karbon bagi pelaku usaha dan komunitas lokal,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Juan Miguel T. Cuna menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Read also:  OJK Revisi Aturan Perdagangan Karbon, Target Rampung Juni 2026

“Perjanjian ini mencerminkan kerja teknis yang kuat serta ambisi bersama untuk mengoperasionalkan kerja sama iklim berintegritas tinggi di bawah Perjanjian Paris,” katanya.

Melalui kerja sama ini, pembiayaan diharapkan mengalir ke proyek-proyek penurunan emisi di Filipina, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ketahanan energi, dan pengurangan polusi lingkungan.

Dalam skema tersebut, kredit karbon yang telah disesuaikan secara korespondensi (corresponding adjustment) dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk pemenuhan target iklim nasional dan mekanisme internasional seperti CORSIA.

Read also:  Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

Sebagai bagian dari komitmen, Singapura akan menyalurkan 5 persen dari hasil kredit karbon yang diotorisasi untuk mendukung upaya adaptasi iklim di Filipina, serta membatalkan 2 persen kredit saat penerbitan untuk berkontribusi pada penurunan emisi global secara bersih.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam memperkuat mekanisme pasar karbon dan mendorong kerja sama iklim regional di bawah Perjanjian Paris. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ESG-IN dan IDCTA Teken MoU, Dorong Digitalisasi dan Integritas Pasar Karbon Indonesia

Ecobiz.asia – ESG-IN dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan ekosistem kredit karbon berbasis data terverifikasi di Indonesia. Penandatanganan...

Pasca Permenhut 6/2026, Kemenhut Bidik Penjualan Karbon Stok Kaltim dan Pipeline Proyek

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membidik penjualan kredit karbon dari stok penurunan emisi di Kalimantan Timur serta sejumlah pipeline project kehutanan, menyusul terbitnya Permenhut...

Kemenhut Sosialisasikan Permenhut 6/2026, Aturan Perdagangan Karbon Libatkan Masyarakat Secara Langsung

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mensosialisasikan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan di Gedung Manggala...

OJK Revisi Aturan Perdagangan Karbon, Target Rampung Juni 2026

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan revisi regulasi perdagangan karbon sekaligus mengembangkan sistem registri pendukung guna memperkuat kerangka pasar karbon nasional. Ketua Dewan...

Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menyiapkan operasionalisasi kerangka kerja nesting karbon kehutanan guna mendorong transaksi berintegritas tinggi dan menarik investasi global. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari...

TOP STORIES

ESG-IN, IDCTA Sign MoU to Advance Digitalization and Integrity of Indonesia’s Carbon Market

Ecobiz.asia — ESG-IN and the Indonesia Carbon Trade Association have signed a memorandum of understanding (MoU) to accelerate the development of a verified data-driven...

PHE Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Stabilitas Pasokan Energi di Tengah Tekanan Global

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi...

ESG-IN dan IDCTA Teken MoU, Dorong Digitalisasi dan Integritas Pasar Karbon Indonesia

Ecobiz.asia – ESG-IN dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan ekosistem kredit karbon berbasis data terverifikasi di Indonesia. Penandatanganan...

ADB Launches Initiative to Build Asia’s Critical Minerals Supply Chains for Clean Energy and Batteries

Ecobiz.asia — The Asian Development Bank (ADB) has launched a new financing initiative aimed at developing critical minerals supply chains across Asia and the...

Singapore, Philippines Sign First Carbon Credit Deal Under Paris Agreement Article 6

Ecobiz.asia — Singapore and the Philippines have signed an implementation agreement on carbon credit collaboration under Article 6 of the Paris Agreement, marking the...