PHE Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Stabilitas Pasokan Energi di Tengah Tekanan Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah tekanan geopolitik global.

Komitmen tersebut disampaikan dalam HSSE Leadership Forum Kuartal I 2026 yang dihadiri jajaran direksi Pertamina Holding, subholding, anak perusahaan, serta pimpinan unit operasi di dalam dan luar negeri.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengatakan dinamika geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, telah memberi tekanan signifikan terhadap rantai pasok energi global. Kondisi tersebut menuntut perusahaan tetap adaptif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Read also:  Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

“Dalam kondisi apa pun, tidak ada kepentingan operasional perusahaan yang lebih penting daripada HSSE,” ujar Awang dalam keterangannya dikutip Senin (4/5/2026).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menambahkan bahwa eskalasi geopolitik kini telah berkembang dari sekadar risiko eksternal menjadi ancaman nyata terhadap operasional dan kedaulatan energi nasional.

“Risiko global dapat dengan cepat berubah menjadi risiko operasional, bahkan risiko terhadap kedaulatan energi. Di sinilah HSSE menjadi pilar utama yang memastikan operasi tetap andal dan aman,” ujarnya.

Read also:  PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Menurut Simon, ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh keandalan rantai pasok, disiplin mitigasi risiko, serta kesiapan organisasi dalam menjaga keselamatan dan keamanan operasional.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menilai dinamika di Timur Tengah sebagai pusat energi dunia telah memicu volatilitas harga minyak serta meningkatkan risiko gangguan logistik global.

Read also:  PHE Dorong Asri Basin Jadi Hub Penyimpanan Karbon Regional

“Gangguan pelayaran dan eskalasi keamanan berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi. Tanpa HSSE yang kuat, seluruh strategi logistik akan rapuh,” ujarnya.

Forum tersebut juga menghadirkan perspektif eksternal melalui diskusi bersama pakar geopolitik dan praktisi logistik energi guna memperkuat strategi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian global. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...