PHE Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Stabilitas Pasokan Energi di Tengah Tekanan Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah tekanan geopolitik global.

Komitmen tersebut disampaikan dalam HSSE Leadership Forum Kuartal I 2026 yang dihadiri jajaran direksi Pertamina Holding, subholding, anak perusahaan, serta pimpinan unit operasi di dalam dan luar negeri.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengatakan dinamika geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, telah memberi tekanan signifikan terhadap rantai pasok energi global. Kondisi tersebut menuntut perusahaan tetap adaptif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Read also:  Pertamina Drilling-Halliburton Perkuat Kerja Sama, Bidik Proyek Migas hingga Geothermal Global

“Dalam kondisi apa pun, tidak ada kepentingan operasional perusahaan yang lebih penting daripada HSSE,” ujar Awang dalam keterangannya dikutip Senin (4/5/2026).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menambahkan bahwa eskalasi geopolitik kini telah berkembang dari sekadar risiko eksternal menjadi ancaman nyata terhadap operasional dan kedaulatan energi nasional.

“Risiko global dapat dengan cepat berubah menjadi risiko operasional, bahkan risiko terhadap kedaulatan energi. Di sinilah HSSE menjadi pilar utama yang memastikan operasi tetap andal dan aman,” ujarnya.

Read also:  PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Menurut Simon, ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh keandalan rantai pasok, disiplin mitigasi risiko, serta kesiapan organisasi dalam menjaga keselamatan dan keamanan operasional.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menilai dinamika di Timur Tengah sebagai pusat energi dunia telah memicu volatilitas harga minyak serta meningkatkan risiko gangguan logistik global.

Read also:  CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

“Gangguan pelayaran dan eskalasi keamanan berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi. Tanpa HSSE yang kuat, seluruh strategi logistik akan rapuh,” ujarnya.

Forum tersebut juga menghadirkan perspektif eksternal melalui diskusi bersama pakar geopolitik dan praktisi logistik energi guna memperkuat strategi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian global. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi...

Pertagas Borong 5 Penghargaan pada Indonesia Sustainability Award 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memborong lima penghargaan sekaligus meraih predikat Best of The Best ESG Leadership of...

ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk kembali terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026, yakni Indeks SRI-KEHATI,...

PHM Dorong Konservasi Pesisir dan Dekarbonisasi Lewat Penanaman Mangrove di Lamaru

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menanam 500 bibit pohon mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026 sebagai puncak...

PHE-Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Operasi Hulu Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperpanjang kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal...

TOP STORIES

Kolaborasi Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Iklim di Indonesia

Ecobiz.asia – Ketahanan iklim di Indonesia tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, komunitas lokal, sektor swasta,...

Indonesia Dorong Pasar Karbon Berintegritas, Perkuat Kerja Sama Gambut dan Mangrove di Forum London

Ecobiz.asia – Indonesia membawa tiga agenda utama dalam forum Forest and Climate Leaders' Partnership (FCLP) di London, yakni mendorong pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi,...

Indonesia Tegaskan Komitmen Kawal Transisi Energi Sejalan dengan Perlindungan Lingkungan

Ecobiz.asia – Indonesia menegaskan komitmen dalam transisi energi global menuju ekonomi rendah karbon berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup serta pelestarian ekosistem. Pemerintah memastikan pengembangan...

Indonesia Pushes Fair Biodiversity Credit Market Centered on Indigenous and Local Communities

Ecobiz.asia — Indonesia has reaffirmed its commitment to developing a high-integrity and inclusive biodiversity credit market that ensures Indigenous Peoples and local communities are...

Indonesia Promotes Innovative Conservation Finance at London Climate Action Week 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is accelerating the development of innovative financing mechanisms to bridge the country's conservation funding gap, positioning nature protection as a long-term...