Ecobiz.asia — Produsen katup asal Inggris, BEL Valves, memperoleh kontrak senilai jutaan pound sterling untuk memasok peralatan pada proyek carbon capture, utilisation and storage (CCUS) pertama di Indonesia.
Kontrak ini menandai langkah awal BEL Valves memasuki segmen CCUS, sekaligus memperluas portofolio bisnisnya di sektor transisi energi.
Dalam proyek tersebut, BEL Valves akan menyediakan berbagai katup expanding gate berstandar API 6D, baik manual maupun bermotor, dengan ukuran 8 hingga 24 inci dan kelas tekanan hingga 1500. Peralatan ini dirancang untuk layanan gas bersuhu rendah dengan tingkat emisi fugitif yang rendah.
Pengembangan CCUS ini merupakan bagian dari proyek energi berskala besar di Indonesia yang menargetkan penangkapan hingga tiga triliun kaki kubik gas alam, dengan potensi mengisolasi sekitar 15 juta ton emisi CO₂ pada tahap awal.
Namun demikian, perusahaan belum mengungkapkan secara rinci proyek CCUS yang dimaksud.
Managing Director BEL Valves, Paul Humphreys, menyatakan kontrak ini menjadi tonggak penting dalam strategi perusahaan menghadapi transisi energi.
“Ini merupakan proyek penting dengan sejumlah terobosan yang diharapkan dapat membentuk praktik terbaik pengembangan CCUS secara global,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (18/4/2026).
Proyek ini akan mengadopsi teknologi penyegelan khusus serta proses validasi yang ditingkatkan, termasuk pengujian kinerja pada suhu ekstrem hingga minus 70 derajat Celsius guna memenuhi standar emisi yang ketat.
Kontrak tersebut juga sejalan dengan strategi perusahaan setelah membentuk Hydrogen and Carbon Capture Department pada 2025.
BEL Valves, yang merupakan bagian dari British Engines Group, telah memasok katup berintegritas tinggi untuk proyek energi subsea, permukaan, dan darat secara global sejak berdiri pada 1960-an.
Pengembangan proyek CCUS ini juga sejalan dengan agenda transisi energi Indonesia, yang menempatkan teknologi penangkapan karbon sebagai salah satu pilar utama dalam upaya dekarbonisasi. ***



