Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) dan arahan program dengan Hanns Seidel Foundation untuk periode 2026–2028 guna memperkuat pengendalian perubahan iklim dan mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC).
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Irawan Asaad, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah berjalan pada periode sebelumnya.
“Kami berharap agar sinergi untuk tiga tahun ke depan dapat berjalan jauh lebih produktif dan memberikan dampak yang lebih luas dalam penguatan aksi iklim, baik di tingkat nasional maupun lokal,” ujarnya dikutip Senin (13/4/2026).
Penandatanganan kerja sama antara KLH/BPLH dengan Hanns Seidel Foundation dilakukan di Makassar pada 10 April 2026.
Resident Representative HSF di Indonesia, Michael Siegner, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung agenda iklim Indonesia.
“Keberlanjutan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan yang kuat antara kedua institusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global melalui pendekatan berbasis sains dan partisipasi masyarakat,” katanya.
Kerja sama pada periode ini difokuskan pada peningkatan peran pemangku kepentingan non-pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim, termasuk melalui penguatan kapasitas dan program KKN tematik yang melibatkan perguruan tinggi.
Program tersebut mencakup pendampingan teknis kepada masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi, antara lain melalui pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis pemilahan dari sumber serta penguatan ekonomi sirkular.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan proyek percontohan aksi adaptasi perubahan iklim di Bali yang telah memiliki dokumen perencanaan daerah sebagai dasar implementasi di lapangan. ***



