RI–Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Pengembangan Energi Nuklir

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani nota kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung pengembangan teknologi energi masa depan di kawasan Asia-Pasifik.

Kesepakatan tersebut diteken dalam pertemuan bilateral antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa di sela forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026).

Kedua negara menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) yang mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta kerja sama pengembangan teknologi energi nuklir rendah karbon.

Read also:  Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

“Saya sangat menyambut baik memorandum yang hari ini kita tandatangani, khususnya di bidang mineral kritis. Kami sangat terbuka dan dengan senang hati meminta pemerintah Jepang maupun pengusaha Jepang untuk mengelola bersama mineral kritis yang ada di Indonesia,” ujar Bahlil.

Kerja sama di sektor mineral kritis diarahkan untuk memperkuat rantai pasok global yang lebih aman dan andal, sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi bersih berbasis sumber daya mineral strategis.

Bahlil menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok mineral dunia, termasuk cadangan nikel sekitar 43% dari total cadangan global, serta sumber daya bauksit, timah, tembaga, dan logam tanah jarang.

Read also:  Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo, Badan Geologi Ingatkan Warga Patuhi Jalur Evakuasi

“Kalau mampu kita implementasikan bersama, saya pikir itu adalah hal yang baik,” katanya.

Sementara itu, Akazawa menilai penguatan kerja sama energi antarnegara menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian pasokan energi.

“Di tengah situasi krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Akazawa juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap pasokan liquefied natural gas (LNG) ke Jepang, serta menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendukung berbagai proyek energi bersama Indonesia.

Read also:  Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Selain mineral kritis, kerja sama kedua negara juga mencakup pengembangan teknologi energi nuklir dengan mengedepankan standar keselamatan tinggi, memanfaatkan pengalaman Jepang dalam pengembangan energi rendah karbon.

Ke depan, Indonesia dan Jepang juga akan melanjutkan pembahasan kerja sama di sektor energi lainnya, termasuk penguatan rantai pasok LNG dan batu bara, serta percepatan proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Beberapa proyek yang masuk dalam kerja sama tersebut antara lain penguatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla dan penyelesaian proyek PLTSa Legok Nangka di Jawa Barat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...