Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di kawasan operasional proyek PLTU Jawa 9 dan 10 yang dioperasikan oleh PT Indo Raya Tenaga.
Material plastik daur ulang tersebut dipasarkan dengan merek CIRCLO dan digunakan sebagai campuran aspal untuk pembangunan jalan sepanjang beberapa ratus meter di dalam kompleks pembangkit listrik.
Direktur Legal, External Relations and Circular Economy Chandra Asri, Edi Rivai, mengatakan perusahaan terus mendorong praktik ekonomi sirkular melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku industri daur ulang dan mitra industri lainnya.
“Pemanfaatan CIRCLO untuk campuran aspal di Indo Raya Tenaga menunjukkan bagaimana solusi sirkular dapat diterapkan secara praktis untuk memenuhi kebutuhan industri sekaligus memberikan nilai lingkungan dan ekonomi,” kata dia dalam pernyataannya, Kamis (12/3/2026).
Penggunaan material tersebut diperkirakan dapat mengalihkan hingga 3.200 kilogram sampah plastik dari tempat pembuangan akhir. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong praktik ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali plastik pascakonsumsi sebagai bahan yang dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan aspal.
Produk CIRCLO mulai diproduksi dan dipasok secara komersial sejak 2025 dalam bentuk cacahan plastik daur ulang yang dirancang khusus untuk aplikasi aspal plastik.
Produk ini dikembangkan bersama mitra industri daur ulang dan dipasarkan melalui PT Chandra Trading Nusantara, anak usaha yang bertanggung jawab atas lisensi dan komersialisasi produk ekonomi sirkular tersebut.
Penelitian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2017 menunjukkan bahwa aspal plastik dapat meningkatkan stabilitas dan ketahanan jalan serta memperpanjang umur layanan struktur jalan dibandingkan aspal konvensional.
Produksi dan pengolahan CIRCLO juga melibatkan pemulung serta komunitas lokal yang bekerja sama dengan mitra daur ulang dalam rantai pengumpulan sampah plastik, sehingga membuka peluang ekonomi tambahan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sirkular.
Chandra Asri menyatakan material plastik daur ulang tersebut berpotensi diadopsi lebih luas dalam pembangunan infrastruktur seiring meningkatnya upaya industri mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan aspal plastik.
Managing Director proyek Indo Raya Tenaga, Steve Adrianto, mengatakan penggunaan aspal plastik merupakan langkah praktis untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur operasional perusahaan.
“Sebagai penyedia energi, kami menyadari pentingnya memastikan setiap aspek operasional mempertimbangkan dampak lingkungan, termasuk dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di area operasional,” ujarnya. ***




