Dekarbonisasi Kilang Pertamina Internasional Catat Pengurangan Emisi Sepanjang 2025, Lampaui Target

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mencatatkan capaian signifikan dalam program dekarbonisasi sepanjang 2025 dengan menurunkan emisi lebih dari 450 ribu ton CO₂ equivalent (CO₂eq), melampaui target kumulatif tahunan sebesar 370 ribu ton CO₂eq.

Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi KPI dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan pengurangan emisi tersebut setara dengan efisiensi energi sekitar 4,4 juta gigajoule, yang dihasilkan dari berbagai program efisiensi dan penerapan teknologi rendah karbon di seluruh operasional kilang.

Read also:  PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

“Dekarbonisasi menjadi bagian dari strategi jangka panjang KPI. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam melakukan inovasi dan efisiensi energi pada operasional kilang,” ujar Milla, Rabu (28/1/2026).

Sejumlah teknologi rendah karbon telah diterapkan KPI, di antaranya Flare Gas Recovery System (FGRS) yang memanfaatkan kembali gas buang menjadi bahan bakar, serta Carbon Capture and Utilization (CCU) yang diimplementasikan pada proyek RDMP Balikpapan untuk menekan emisi CO₂ dari proses kilang dan mengubahnya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan kembali.

Read also:  ICVCM Setujui Dua Metodologi Verra untuk Pengurangan Metana dari Budidaya Padi dan TPA Sampah

Selain itu, KPI juga mulai mengintegrasikan energi terbarukan dalam operasional dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas penunjang kilang. Hingga 2025, PLTS telah beroperasi di lima unit kilang—Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, dan Balikpapan—dengan total kapasitas mencapai 12,37 megawatt peak (MWp).

Di luar kegiatan operasional, KPI mendorong dekarbonisasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis energi bersih. Salah satu program utama adalah Desa Energi Berdikari (DEB) yang dijalankan di sekitar wilayah kilang untuk memperluas akses energi terbarukan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Read also:  Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Program DEB dilaksanakan oleh Kilang Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap, dan Kasim dengan dukungan PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh). Sepanjang 2025, program ini tercatat memberi manfaat langsung kepada sekitar 2.500 penerima, sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM dan aktivitas ekonomi lokal di sekitar kilang.

“Keberlanjutan kilang harus berjalan seiring dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan. KPI berkomitmen memastikan penguatan ketahanan energi nasional tetap selaras dengan upaya perlindungan lingkungan,” tutup Milla. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...