Singapura-Laos Sepakati Perdagangan Kredit Karbon, Atur Mekanisme Corresponding Adjustment

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Singapura dan Laos menandatangani perjanjian implementasi untuk membangun kerangka kerja yang mengikat secara hukum bagi kerja sama kredit karbon berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Paris. Kesepakatan ini membuka jalur pengembangan dan transfer internasional kredit karbon berintegritas tinggi.

Perjanjian tersebut ditandatangani secara virtual oleh Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura sekaligus Menteri yang membidangi Hubungan Perdagangan, Grace Fu, dan Menteri Pertanian dan Lingkungan Laos, Linkham Douangsavanh, Jumat (4/9/2026).

Mengutip pernyataan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI), kesepakatan tersebut merupakan perjanjian implementasi kredit karbon ke-12 yang ditandatangani Singapura dan yang keempat dengan negara anggota ASEAN.

Read also:  Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

Melalui kesepakatan ini, pengembang proyek dapat mengembangkan proyek mitigasi emisi yang mengacu pada ketentuan Pasal 6 Perjanjian Paris. Kerangka kerja tersebut juga mengatur transfer internasional kredit karbon yang telah melalui mekanisme corresponding adjustment.

Adapun ketentuan lebih lanjut mengenai otorisasi proyek dan metodologi yang memenuhi syarat akan diumumkan kemudian.

Kredit karbon yang diotorisasi berdasarkan kesepakatan tersebut dapat digunakan di Singapura, antara lain untuk mengimbangi hingga 5% emisi kena pajak perusahaan berdasarkan kerangka International Carbon Credits Singapura, dengan tetap memenuhi persyaratan kelayakan.

Kredit tersebut juga dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban mitigasi nasional maupun internasional, termasuk Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).

Read also:  Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Selain itu, Singapura akan menyalurkan 5% dari hasil penjualan kredit karbon yang diotorisasi berdasarkan kesepakatan tersebut untuk mendukung langkah-langkah adaptasi perubahan iklim di Laos.

Kesepakatan itu juga menetapkan pembatalan 2% dari kredit karbon yang telah melalui corresponding adjustment pada saat pertama kali diterbitkan. Kredit yang dibatalkan tidak dapat dijual atau diperdagangkan maupun diperhitungkan dalam pencapaian target emisi negara.

Grace Fu mengatakan kesepakatan tersebut akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal dalam pasar karbon, sekaligus memperkuat kerja sama kedua negara ASEAN.

Read also:  Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Sementara itu, Linkham mengatakan kerangka kerja tersebut akan memberikan mekanisme yang transparan dan berintegritas tinggi dalam pengembangan proyek karbon, termasuk untuk menciptakan lapangan kerja, melindungi lingkungan, dan menyalurkan pendanaan iklim bagi upaya adaptasi di Laos.

Mekanisme corresponding adjustment dalam kerja sama tersebut ditujukan untuk mencegah penghitungan ganda (double counting) atas pengurangan atau penyerapan emisi antara inventarisasi gas rumah kaca negara tuan rumah proyek dan negara pembeli kredit karbon.

Sebelumnya, Singapura telah menandatangani perjanjian implementasi serupa dengan Bhutan, Chile, Ghana, Mongolia, Paraguay, Papua Nugini, Peru, Rwanda, Thailand, Filipina, dan Vietnam. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...