PLN Nusantara Power Perluas Bisnis di Luar Pembangkitan, Raih Dua Penghargaan Marketing 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Transformasi bisnis PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mencari sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti pembangkitan mendapat pengakuan melalui dua penghargaan, yakni Corporate Entrepreneurial Marketing Award 2026 dan Industry Marketing Champion 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan di Surabaya pada Kamis (3/9/2026), sebagai apresiasi terhadap strategi PLN NP dalam mengembangkan kapabilitas operasional dan teknis perusahaan menjadi solusi bisnis yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Transformasi tersebut tercermin dari semakin beragamnya bisnis turunan yang dikembangkan PLN NP, mulai dari layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), Engineering, Procurement, and Construction (EPC), pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), hingga bisnis karbon dan hidrogen.

Sepanjang 2025, pendapatan dari bisnis turunan pembangkitan PLN NP menunjukkan pertumbuhan, termasuk dari pasar internasional. Perusahaan juga memperkuat penetrasi pasar regional melalui keberadaan representative office di Malaysia serta menjajaki peluang bisnis di sejumlah pasar strategis seperti Arab Saudi dan Bangladesh.

Read also:  PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Direktur Utama PLN Nusantara Power mengatakan pertumbuhan bisnis tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan menjual produk, tetapi membutuhkan kemampuan membaca kebutuhan pelanggan dan mengubah kapabilitas perusahaan menjadi solusi.

“PLN Nusantara Power terus mengembangkan pendekatan bisnis yang lebih customer-centric. Kami ingin setiap kapabilitas yang dimiliki perusahaan dapat dikembangkan menjadi solusi, peluang pasar, sekaligus sumber pertumbuhan baru,” ujarnya.

Strategi tersebut diwujudkan dengan membawa kompetensi yang selama ini dimiliki di sektor pembangkitan ke berbagai industri. Layanan MRO, misalnya, dikembangkan untuk industri petrokimia, sementara kompetensi EPC diarahkan ke sektor transportasi dan pertambangan.

PLN NP juga mengembangkan pemanfaatan FABA untuk berbagai kebutuhan industri konstruksi dan fasilitas publik, sehingga material hasil samping pembangkitan dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Mengandalkan Data dan Market Intelligence

Transformasi bisnis tersebut juga ditopang oleh perubahan pendekatan pemasaran. PLN NP mengembangkan DerivaWatch, sistem customer relationship management (CRM)-based marketing intelligence yang dirancang untuk mengubah pola pemasaran dari reaktif menjadi lebih proaktif.

Read also:  Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Melalui sistem tersebut, proses pemasaran dilakukan secara lebih terstruktur mulai dari customer segmentation, opportunity mapping, solution matching, hingga pemantauan business pipeline.

Pada bisnis hijau, PLN NP menerapkan pendekatan knowledge-led marketing untuk memperluas pasar karbon dan hidrogen. Salah satu bentuknya dilakukan melalui berbagai kegiatan market engagement, termasuk Carbon Seminar, yang mempertemukan pengetahuan, kebutuhan pelanggan, dan peluang komersial.

Hingga saat ini, PLN NP telah menjual lebih dari 550.000 ton CO₂ (tCO₂) carbon credits, sementara pendapatan bisnis karbon tercatat meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Di sektor hidrogen, perusahaan juga telah menghasilkan sekitar 1,2 ton hidrogen untuk mendukung kebutuhan industri sekaligus pengembangan ekosistem energi bersih.

Bidik Pertumbuhan Revenue 15,56%

Untuk memperluas bisnis ke depan, PLN NP menggunakan tiga kerangka strategi, yakni Market Prioritization – Where to Play, Solution-Market Fit – What to Offer, dan Targeted Market Activation – How to Win.

Read also:  Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Strategi tersebut didukung riset PESTEL terhadap lebih dari 30 negara, serta analisis terhadap lebih dari 100 tender dan proyek guna mengidentifikasi pasar dan peluang yang dinilai paling prospektif.

Transformasi bisnis juga berjalan beriringan dengan digitalisasi di sisi operasional. PLN NP mengembangkan Intelligent Centre of Optimization for Reliability & Efficiency (iCORE) yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), data, dan intelligent analytics untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi pembangkit serta mendukung predictive maintenance.

Memasuki 2026, PLN NP menargetkan pertumbuhan revenue sebesar 15,56% dibandingkan target 2025. Pertumbuhan tersebut akan didorong melalui perluasan pasar, pengembangan solusi terintegrasi, sustainable solutions, serta penguatan market intelligence.

“Penghargaan ini menjadi penguat bahwa transformasi bisnis yang kami jalankan berada pada arah yang tepat. Ke depan, PLN Nusantara Power akan terus menjadikan inovasi, customer intelligence, dan keunggulan operasional sebagai fondasi untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...