Rehabilitasi Monyet Yaki di Sulawesi Utara, Pertamina Geothermal Energy Perkuat Kolaborasi 

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tomohon, Balai KSDA Sulawesi Utara, dan Yayasan Masarang melalui Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki menambah fasilitas dan wadah edukasi di Pusat Rehabilitasi Monyet Yaki (PRMY) Gunung Masarang.

Langkah tersebut mendukung proses rehabilitasi dan keberlanjutan hidup monyet Yaki di habitat aslinya.

General Manager PGE Area Lahendong, Albertus Novi Purwono menjelaskan bahwa kolaborasi ini melanjutkan upaya konservasi monyet Yaki yang telah dilakukan Perusahaan sejak tahun 2020. 

Read also:  ANTAM Dukung Gerak Hijau 2026, Salurkan 5.000 Bibit Mangrove dan Kampanyekan Ekonomi Sirkular

Baca juga: Indonesia Power Bangun Fasilitas Produksi Biomassa, Manfaatkan Sampah Jadi Energi Listrik

“Melindungi spesies monyet Yaki, sebagai bagian penting dari kekayaan alam di Indonesia, merupakan insiatif kami dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem di dalamnya,” kata Albertus Novi Purwono dikutip, Selasa 30 Juli 2024.

Kolaborasi tersebut sebelumnya berhasil menyediakan upaya konservasi terhadap 18 ekor monyet Yaki, dimana delapan ekor telah dilepas liarkan ke kawasan konservasi Taman Wisata Alam Gunung Ambang pada tahun 2023.

Monyet Yaki  (Macaca nigra) merupakan salah satu satwa endemik Sulawesi Utara yang mengalami eksploitasi berlebih oleh manusia dalam bentuk perdagangan, perburuan, dan dikonsumsi. 

Read also:  Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Menurut klasifikasi International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), monyet Yaki termasuk sebagai satwa dengan status “critically endangered (terancam secara kritis).”

Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Kitty Andhora, menegaskan bahwa Perusahaan akan terus berkomitmen dalam melestarikan lingkungan, terutama dalam menjalankan prinsip Environment dalam Environment, Social, and Governance (ESG).

Baca juga: KLHK Tegaskan Nilai Ekonomi Karbon Bukan Semata Ekonomi, Sebut Soal Nilai Tambah

Read also:  Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM Migas

Menurut Kitty, PGE terus-menerus memberikan perhatian terhadap perlindungan dan keberlanjutan lingkungan di setiap lini bisnis dan operasionalnya, serta berupaya untuk mempertahankan kelimpahan kekayaan flora dan fauna di Indonesia. 

“Kami meyakini bahwa pendayagunaan geotermal sebagai energi hijau dengan potensi melimpah di Indonesia akan berkontribusi dalam mengurangi degradasi alam dan gangguan pada ekosistem yang hidup di dalamnya. Kami optimistis PGE akan memiliki peran signifikan dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Kitty Andhora. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...

RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan mekanisme Results-Based Payment (RBP) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) menjadi instrumen yang saling melengkapi...

Sepuluh Provinsi Baru Terima Dana Karbon GCF, Total Komitmen Capai Rp761 Miliar

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menambah 10 provinsi penerima pendanaan Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF). Dengan penambahan tersebut,...

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....