Rehabilitasi DAS 700 Hektare, ITM Peringati Hari Tanam Pohon Nasional dan Dukung Pelestarian Spesies Endemik  

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) melalui anak usahanya PT Bharinto Ekatama (BEK) melakukan penanaman pohon di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur  untuk memperingati Hari Menanam Pohon Nasional serta realisasi aspek kepatuhan terkait Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Direktur ESG ITM Ignatius Wurwanto menjelaskan, kegiatan penghijauan kembali kawasan hutan dan area DAS merupakan cara kami dalam memenuhi kewajiban sebagai pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon yang sejalan dengan target emisi nol-bersih (net-zero emission) yang ditetapkan Pemerintah Indonesia pada 2060.

”Penanaman vegetasi endemik juga menjadi kontribusi ITM dalam menjaga fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati khas Indonesia, serta memberi dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan,” ujar dia, dalam keterangannya, Selasa, 10 Desember 2024.

Baca juga: Pertambangan Rakyat yang Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

BEK memulai penanaman perdana dalam rangka rehabilitasi DAS di Kawasan Hutan Produksi dalam wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Murung Raya DAS Barito, Kalimantan Tengah.

Read also:  Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Penanaman ini merupakan program yang akan dilakukan secara multiyear di area seluas 700 hektare dengan jenis vegetasi antara lain meranti, jengkol, cempedak, dan nangka.

Jenis vegetasi ini ditetapkan berdasarkan pada hasil komunikasi dengan pemangku wilayah serta harapan dari pemangku yang lahannya akan menjadi area kegiatan rehabiltasi DAS.

Selain pohon kayu keras dan tanaman buah, BEK juga akan menanam kopi Liberika sebagai tanaman sela yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar KPHP Murung Raya dalam mendukung pertumbuhan industri kopi yang saat ini masih dalam skala rumah tangga. Dengan demikian, program penghijauan tersebut juga akan memberi dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Penambangan Timah Ilegal Jadi Sorotan Dunia, PT Timah  Tegaskan Indonesia Punya Komitmen ESG

Di saat yang sama, BEK juga melakukan penanaman spesies endemik ulin (Eusideroxylon zwageri) di Kutai Barat, tepatnya di Kampung Penarung dan Dilang Puti (Kecamatan Bentian Besar), serta Kampung Besiq (Kecamatan Damai) dengan luasan total 15,50 hektare. Kick-off penanaman berlangsung di Hutan Adat Benua Telimuk, yang akan dikembangkan menjadi kawasan hutan wisata dengan ikon pohon ulin berumur lebih dari 400 tahun, Sabtu, 7 Desember 2024.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Selain ulin, BEK juga menanam meranti, bengkirai, serta berbagai pohon buah, seperti alpukat, rambutan, durian, mangga, sawo, dan buah lai khas Kalimantan. Kehadiran beragam tanaman buah selaras dengan program Pemprov Kaltim “pangan untuk penghijauan” yang sudah dijalankan oleh BEK sejak 2023.

Ulin, spesies pohon khas Kalimantan Timur yang juga kerap disebut sebagai kayu besi, memiliki makna historis dan kultural bagi masyarakat Dayak. Pohon Ulin telah masuk dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak 1998 dengan status rentan (vulnerable). Penanaman kembali ulin menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pelestarian spesies endemik dan kearifan lokal.

Read also:  PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Hingga November 2024, ITM melalui anak-anak usaha telah menyelesaikan dan menyerahkan lahan hasil rehabilitasi DAS seluas 24.633 hektare kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Daerah Aliran Sungai dan Rehablitasi Hutan (Ditjen DAS–RH) dan menjadi pencapaian rehabilitasi DAS yang terluas di antara perusahaan pemegang PPKH.

Baca juga: ITM Raih Predikat Tertinggi di Pemeringkatan Keberlanjutan ASRRAT 2024

Penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS oleh ITM dan anak usaha dilakukan di berbagai lokasi termasuk di Kawasan Hutan dalam Wilayah Kerja KPHP Meratus dan KHDTK Hutan Penelitian dan Pendidikan Bukit Soeharto Universitas Mulawarman (Kutai Kartanegara), Kawasan Hutan Lindung Gunung Beratus (Kutai Barat), Taman Nasional Kutai, KHDTK Tanah Laut (Kalimantan Tengah), kawasan perbukitan Menoreh (Jawa Tengah), Ibukota Nusantara, dan yang terbaru di Murung Raya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Ecobiz.asia – Komunitas iklim Asia Tenggara mendesak Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengubah arah kebijakan pembiayaan global dengan mengutamakan pemulihan...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...