Perusahaan Konsesi Hutan Siap-siap Ikut Perdagangan Karbon, Tingkatkan Kapasitas SDM

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Perusahaan pemegang konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) semakin serius mempersiapkan diri untuk terjun ke perdagangan karbon. 

Melalui inisiatif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), PBPH mendapatkan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menyusun berbagai dokumen persyaratan dalam mekanisme perdagangan karbon.

APHI, bekerja sama dengan Yayasan Sarana Wanajaya, menggelar In-House Training di Jakarta, Selasa (25/2/2025). Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada PBPH tentang metodologi penghitungan pengurangan emisi dan peningkatan serapan karbon di sektor Forestry and Other Land Use (FoLU).

Baca juga: Kemenhut Buka Peluang Lahan Eks 18 PBPH 526.144 Hektare untuk Multi Usaha Kehutanan, Bisa untuk Proyek Karbon

Ketua Harian II Tim Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Agus Justianto, menegaskan bahwa PBPH memiliki peran strategis dalam pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) yang telah ditetapkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC) serta FOLU Net Sink 2030.

Read also:  Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

“Para pemegang PBPH harus siap menghadapi era perdagangan karbon. Penyusunan DRAM menjadi langkah awal yang penting karena dokumen ini akan menjabarkan aksi mitigasi perubahan iklim yang dapat dikonversi menjadi unit kredit karbon,” ujar Agus dalam sambutannya.

Pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi untuk mendukung perdagangan karbon, termasuk Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2023 yang mengatur mekanisme mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan. Selain itu, Keputusan Menteri LHK No. 1131 Tahun 2023 juga memperjelas skema sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Read also:  Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

“PBPH memiliki peluang besar dalam perdagangan karbon, terutama melalui pemanfaatan jasa lingkungan sub-kegiatan penyerapan dan penyimpanan karbon,” tambah Agus.

Ketua Komite Pengembangan Organisasi, SDM, dan Penguatan Wilayah APHI, Tjipta Purwita, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan batch ketiga, setelah dua batch sebelumnya digelar pada November 2024. Hingga kini, total peserta yang telah mengikuti pelatihan mencapai hampir 100 orang, terdiri dari pemegang PBPH, Perum Perhutani, konsultan, serta lembaga sertifikasi profesi (LSP).

Baca juga: Menhut Raja Juli Resmi Cabut Konsesi Hutan 18 PBPH, Luasnya 526.144 Hektare

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai berbagai aspek teknis, seperti inventarisasi GRK, analisis kategori kunci, penetapan baseline, serta perhitungan potensi pengurangan emisi. Selain itu, peserta juga diberikan simulasi penghitungan emisi agar mampu menyusun Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) secara mandiri.

Read also:  KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

“Salah satu tantangan utama dalam perdagangan karbon adalah pemenuhan standar penghitungan emisi yang transparan, akurat, dan konsisten. Oleh karena itu, APHI berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM PBPH agar dapat bersaing di pasar karbon,” jelas Tjipta.

Dengan semakin berkembangnya regulasi dan instrumen perdagangan karbon, PBPH diharapkan tidak hanya mampu mengurangi emisi tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari skema perdagangan karbon. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang Indonesia dalam mencapai emisi net sink pada 2060.

“Harapan kami, seluruh PBPH dapat memahami dan menerapkan DRAM dengan baik sehingga siap untuk memasuki pasar perdagangan karbon,” pungkas Agus.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...