Perdana untuk Karbon Biru, Gold Standard Terbitkan Design Certification untuk Proyek Yagasu

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Gold Standard untuk pertama kalinya menerbitkan Design Certification bagi proyek karbon biru (blue carbon), menyusul lolosnya Global Mangrove Trust Blue Carbon Restoration Project – Sumatra 1 di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan melalui laman media sosial Gold Standard pada Rabu (25/2/2026).

Proyek restorasi mangrove berskala mikro ini berlokasi di empat desa di Sumatra Utara dan mencakup area seluas 142,82 hektare hutan mangrove terdegradasi. Selama periode kreditnya, proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 6.000 ton setara CO₂ (tCO₂) per tahun.

Read also:  BIRU Resmikan Training Center dan Test Center, Targetkan Perluas Akses Kerja Internasional

Design Certification merupakan tahapan awal dalam skema sertifikasi Gold Standard for the Global Goals, yang menilai dan mengesahkan rancangan proyek sebelum implementasi penuh.

Sertifikasi ini memastikan metodologi, perhitungan emisi, rencana pemantauan, serta aspek lingkungan dan sosial proyek telah memenuhi persyaratan integritas, transparansi, dan berbasis sains. Setelah tahap ini, proyek masih harus melalui proses validasi, verifikasi, dan penerbitan kredit karbon.

Read also:  Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Proyek Sumatra 1 diimplementasikan oleh organisasi non-pemerintah lokal Yayasan Gajah Sumatra (Yagasu) dan dikelola oleh Global Mangrove Trust. Selain proyek ini, Global Mangrove Trust juga tengah memimpin pengembangan Programme of Activities (PoA) Gold Standard untuk memperluas restorasi mangrove di berbagai wilayah Indonesia.

Gold Standard menilai proyek ini sebagai contoh penerapan karbon biru berintegritas tinggi, dengan pendekatan restorasi berbasis sains, prioritas pada spesies mangrove asli, serta keterlibatan erat masyarakat setempat.

Read also:  JICA Kucurkan Pinjaman Rp3 Triliun untuk Proyek Panas Bumi Hululais

Mangrove dikenal sebagai salah satu solusi iklim berbasis alam paling efektif karena kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, sekaligus mendukung keanekaragaman hayati, melindungi garis pantai, dan menopang mata pencaharian masyarakat pesisir.

Pencapaian Design Certification ini dipandang sebagai tonggak penting dalam pengembangan pembiayaan berbasis alam (nature finance), di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap proyek nature-based solutions yang kredibel, terukur, dan memiliki dampak iklim yang nyata. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KKP Jelaskan Mekanisme Perdagangan Karbon Biru, Wajib PKKPRL dan Teregistrasi di SRUK

Ecobiz.asia – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan mekanisme perdagangan karbon biru mensyaratkan integrasi antara kepastian tenurial ruang laut, sistem registrasi karbon,...

BEL Valves Raih Kontrak Jutaan Pound untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Ecobiz.asia — Produsen katup asal Inggris, BEL Valves, memperoleh kontrak senilai jutaan pound sterling untuk memasok peralatan pada proyek carbon capture, utilisation and storage...

BIRU Resmikan Training Center dan Test Center, Targetkan Perluas Akses Kerja Internasional

Ecobiz.asia – PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), meresmikan pusat pelatihan (training center) di Depok, Jawa...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

TOP STORIES

Chinese National Named Suspect in Smuggling Protected Indonesian Birds Hidden in PVC Pipes

Ecobiz.asia — Indonesia’s Forestry Law Enforcement Agency for the Java, Bali, and Nusa Tenggara region (Jabalnusra) has named a Chinese national, identified as YJ...

BRIN, Japan’s CAST Sign MoU to Develop Sensor Technology for Energy and Manufacturing

Ecobiz.asia — Indonesia’s National Research and Innovation Agency (BRIN) has signed a memorandum of understanding (MoU) with Japan-based technology firm CAST Inc. to develop...

PDC Perkuat Program CSR Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Akses Kerja

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi penyandang disabilitas dengan fokus pada pemberdayaan, inklusivitas, dan kemandirian...

WN Tiongkok Jadi Tersangka Penyelundupan Burung Dilindungi, Modus Paralon dalam Koper

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) menetapkan warga negara Tiongkok berinisial YJ (51) sebagai tersangka kasus penyelundupan...

BRIN–CAST Jepang Teken MoU, Kembangkan Teknologi Sensor untuk Industri Energi dan Manufaktur

Ecobiz.asia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Jepang CAST Inc. untuk pengembangan teknologi sensor di sektor...