Penutupan Paviliun Indonesia COP30, Pembeli Global Minati 2,75 Juta Ton Karbon RI

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Forum Carbon Connection Initiative di Paviliun Indonesia pada COP30 menghasilkan sejumlah penandatanganan dan penjajakan nota kesepahaman (MoU), komitmen kolaborasi, serta transaksi konkret kredit karbon.

Hingga penutupan paviliun, pembeli global telah menyatakan minat dan investasi pembelian karbon Indonesia sebesar 2.754.680 ton CO₂e

Deputi Bidang PPI dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, mewakili Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, menyampaikan capaian tersebut dalam pidato penutupan Paviliun Indonesia di Belém, Brasil, pada Jumat (21/11/2025).

“Through this forum, Indonesia’s carbon project stakeholders engaged with potential global buyers and investors in discussions centered on trust, future collaboration, and strategies for advancing within the maturing carbon market,” katanya.

Read also:  INPEX–Pertamina Perpanjang Kerja Sama LNG Masela, Terintegrasi CCS

Sebanyak 42 proyek karbon dari 28 pengembang proyek meraih perhatian pembeli global selama sesi seller meet buyer tersebut.

Pembeli global telah menyatakan minat pembelian atau investasi krredit karbon sebanyak 2.754.680 ton CO₂e yang berasal dari 12 proyek terdiri atas 8 proyek energi, 3 proyek kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU), serta 1 proyek pengelolaan sampah.

Selain potensi transaksi proyek karbon, Paviliun Indonesia juga memperkuat komitmen kerja sama bilateral Indonesia–Norwegia dalam persiapan implementasi Pasal 6.2 Perjanjian Paris, khususnya untuk proyek energi terbarukan pembangkit listrik tenaga surya terapung, dengan target 12 juta ton CO₂e pada 2030.

Ary menegaskan bahwa Carbon Connection Initiative tidak hanya menjadi wadah pertemuan penjual–pembeli karbon, tetapi menunjukkan pergeseran Indonesia dari tahap negosiasi menuju implementasi nyata. Inisiatif tersebut sekaligus membuka akses pembiayaan internasional bagi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk dampak positif bagi masyarakat lokal.

Read also:  Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Selama dua pekan penyelenggaraan, Paviliun Indonesia menerima lebih dari 5.000 pengunjung, menggelar lebih dari 50 sesi diskusi dengan lebih dari 60 pembicara, serta bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra dan sponsor.

Paviliun juga menjadi lokasi lebih dari 20 pertemuan bilateral, menghasilkan kesepakatan kerja sama di bidang perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Selain mempromosikan kebijakan dan proyek iklim, paviliun juga menampilkan diplomasi budaya melalui pertunjukan seni, musik, dan kuliner Indonesia.

Dalam pidato penutupnya, Ary menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, sponsor, dan delegasi internasional. “Apa yang kita bangun melalui paviliun ini adalah kepercayaan dan kolaborasi. Indonesia terus menunjukkan bahwa kita tidak hanya berkomitmen, tetapi siap menjalankan implementasi nyata menuju pencapaian Paris Agreement,” ujarnya.

Read also:  ADB Luncurkan Dana Regional Pengembangan ASEAN Power Grid, Modal Awal US$25 Juta

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan Krisdianto menambahkan selama COP30, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan 8 sesi utama, yaitu Perhutanan Sosial; Komitmen Hutan Adat; Pengendalian Kebakaran Hutan; World Mangrove Center; dan Multiusaha Kehutanan (MUK).

Lalu ada Voluntary Carbon Market (VCM); Pengembangan Hutan Tanaman; dan International Tropical Peatlands Centre (ITPC). Seluruh sesi menegaskan komitmen Indonesia terhadap tata kelola hutan yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Beyond Compliance, 282 Perusahaan Raih Peringkat Emas dan Hijau PROPER 2025

Ecobiz.asia — Sebanyak 282 perusahaan berhasil meraih peringkat beyond compliance dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan...

ADB Luncurkan Dana Regional Pengembangan ASEAN Power Grid, Modal Awal US$25 Juta

Ecobiz.asia — Asian Development Bank meluncurkan dana perwalian multipihak untuk mendukung persiapan proyek infrastruktur energi dan transmisi lintas negara di Asia Tenggara, menjadi inisiatif...

SESMO Garap PLTS 262 MWp Rp3,5 T di IMIP, Masuk Tahap Konstruksi

Ecobiz.asia — PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESMO) mulai menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 262 MWp di kawasan Indonesia Morowali Industrial...

Mikroalga Berpotensi Jadi Basis Bioenergi, Bahan Baku Industri hingga Solusi Perubahan Iklim

Ecobiz.asia — Mikroalga dinilai memiliki potensi strategis sebagai sumber bioenergi, bahan baku industri, hingga solusi mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap karbon dan menghasilkan...

PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Rantai Pasok Biomassa Terintegrasi

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerja sama dengan PT Kalimantan Powerindo untuk mengembangkan rantai pasok bioenergi terintegrasi guna memperkuat...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...