Pengusaha Kayu Indonesia Bidik Pasar Timteng dan Afrika Lewat Dubai, Potensinya Besar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Sekjen Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto melakukan kunjungan ke Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Uni Emirat Arab untuk memperkuat promosi produk kayu ke pasar Timur Tengah dan Afrika.

“Dubai merupakan hub yang sangat potensial untuk pasar Timur Tengah dan Afrika,” kata Purwadi dalam keterangannya, Sabtu (25/1/2025).

DI ITPC Dubai, Purwadi melakukan pertemuan dengan Kepala ITPC Dubai Widy Haryono yang memfasilitasi pertemuan importir-importir besar produk kayu yaitu Fakih Group, Rahmani Group, dan Tarrab Group.

Baca juga: Puas dengan Kualitas Kayu Indonesia, Importir Inggris Sepakat Tingkatkan Impor

Read also:  RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

“ITPC Dubai menyambut baik dan mendukung rencana perluasan ekspor produk kayu olahan ke Timur Tengah, dengan Dubai sebagai hub-nya,” kata Widy.

Importir-importir dalam pertemuan tersebut mewakili dua kategori pasar di Dubai yaitu Niche Market untuk hotel, apartemen, dan residence kelas atas yang diwakili oleh Fakih Group dan Tarrab Group serta pasar retail yang diwakili oleh Rahmani Group.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-10 sebagai negara eksportir produk kayu olahan ke Dubai. China menjadi negara eksportir yang sangat menguasai pasar Dubai.

Read also:  KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Sebagai tindaklanjut dari pertemuan tersebut, Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI), dimana APHI menjadi bagian di dalamnya akan mengirimkan daftar produk-produk dan perkiraan harga, khususnya untuk produk olahan dari kayu rimba campuran. Sampel produk kayu ekspor juga akan dikirimkan.

Baca juga: Produk Flooring Kayu Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp12,46 Miliar di Japan Build Tokyo 2024

FKMPI tentunya akan mengintensifkan komunikasi dengan ITPC Dubai dan perusahaan-perusahaan importir kayu di sana. 

Read also:  Badan Pengelola Gambut Ditargetkan Terbentuk Pekan Depan, Menhut Rancang Draft Perpres

Upaya untuk mempromosikan produk kayu Indonesia juga akan dilakukan dengan mengundang industri pengolahan hasil hutan, untuk menghadiri pameran produk hasil hutan yang akan diselenggarakan pada April 2025 mendatang di Dubai.

Selain itu, dipandang perlu membuka kantor perwakilan di Dubai, dalam bentuk Virtual Office, untuk mengefektifkan komunikasi dengan importir di Dubai.

Purwadi melanjutkan roadshow untuk mempromosikan pengelolaan hutan lestari akan dilanjutkan dengan terbang ke London, Inggris untuk mengikuti Forest Governance Market and Climate (FGMC) Stakeholder Forum 2025. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...