Peluncuran Buku Jeffrey Mulyono Soroti Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Keberhasilan industri pertambangan tidak lagi hanya diukur dari besarnya produksi maupun kontribusi terhadap penerimaan negara, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasinya.

Gagasan tersebut menjadi pesan utama dalam peluncuran buku Some References About Community Development karya tokoh pertambangan nasional Jeffrey Mulyono, yang menyoroti pentingnya program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai fondasi keberlanjutan wilayah tambang.

Hal tersebut disampaikan dalam peluncuran buku Some References About Community Development karya Jeffrey Mulyono, salah satu tokoh pertambangan nasional, yang digelar di Aula Pertemuan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Selasa (19/5).

Melalui buku tersebut, Jeffrey menekankan pentingnya program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Community Development sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan tambang terhadap masyarakat lokal.

Read also:  Kemenhut Tawarkan Investasi Karbon Kehutanan Indonesia di Forum Bisnis New York

“Melalui program Community Development, perusahaan-perusahaan pertambangan ikut mengantarkan masyarakat sekitar untuk dapat hidup lebih sejahtera, mandiri dan berkelanjutan,” ujar Jeffrey Mulyono, Direktur DVK Resources Pte. Ltd sekaligus Komisaris PT Manoor Bulatn Lestari.

Menurut Jeffrey, masyarakat di sekitar area tambang memiliki hak untuk memperoleh manfaat dari pemanfaatan sumber daya alam di wilayah mereka. Karena itu, program PPM tidak boleh hanya bersifat formalitas, melainkan harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja di sektor pertambangan tidak semata-mata berarti menjadikan masyarakat sebagai pekerja tambang, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada keberadaan perusahaan tambang.

Read also:  Pertamina dan BGN Bangun Ekosistem SAF Berbasis Minyak Jelantah dari Program MBG

Rangkaian peluncuran buku turut diisi dengan diskusi panel yang dimoderatori Ketua Komite Bidang Pertambangan APINDO, Hendra Sinadia. Sejumlah panelis hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Dr. Eng. Ir. Fadhila Achmadi Rosyid dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Abrar Saleng dari Universitas Hasanuddin, pegiat sosial dan CSR Dra. Sarwat Fardaniyah, serta pakar pertambangan Simon Sembiring.

Dalam buku tersebut, Jeffrey membagikan sejumlah referensi program Community Development yang pernah dijalankan di berbagai perusahaan tambang. Empat pilar utama yang menjadi fokus program meliputi kesehatan dan gizi, pendidikan dan pengetahuan, kontribusi sosial, serta kebudayaan dan lingkungan.

Read also:  Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang di Lombok Barat

Ia menilai pendekatan tersebut penting mengingat sumber daya tambang seperti batubara, nikel, dan bauksit merupakan sumber daya tak terbarukan yang pada akhirnya akan habis sehingga aktivitas pertambangan di suatu wilayah akan berakhir.

Karena itu, menurut Jeffrey, perusahaan tambang perlu mengambil peran dalam menyiapkan masyarakat agar mampu melanjutkan kehidupan ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan setelah aktivitas tambang berhenti.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perusahaan tambang, masyarakat hingga kalangan akademisi, dalam menjalankan program-program PPM di sektor pertambangan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Edi Permadi Luncurkan Buku Perjalanan Karier dari Penjual Kacang hingga Direktur Tambang di Usia 29 Tahun

Ecobiz.asia -- Profesional pertambangan sekaligus Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam di Lemhannas RI, Edi Permadi, meluncurkan buku berjudul Direktur di Usia 29 Tahun...

OJK Beberkan Revisi Aturan Bursa Karbon, Gunakan Teknologi Blockchain dan Terhubung SRUK

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan memaparkan rencana revisi aturan penyelenggaraan bursa karbon kepada Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan,...

Dari SPKLU Hingga SAF, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Hijau di Darat, Laut, dan Udara

Ecobiz.asia - PT Pertamina (Persero) memperkuat pengembangan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan di sektor transportasi darat, laut, dan udara sebagai bagian dari dukungan terhadap...

Indonesia Mulai Implementasikan Proyek Mitigasi Metana ASEAN-Korea, Dorong Pemanfaatan Jadi Energi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Republik Korea dan Global Green Growth Institute (GGGI) resmi meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

TOP STORIES

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

Environmental Ethics, Tantangan dan Harapan

Oleh : Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat IGRK MPV, Deputi Bidang PPI TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup) Ecobiz.asia - Dalam pernyataan perdananya pada...

Link Download PP 24 Tahun 2026, Ekspor Komoditas SDA Satu Pintu

Ecobiz.asia - Berikut ini link download Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. PP ini mengatur ekspor...

Danantara Jamin Kontrak Ekspor SDA Tetap Berjalan, Asal Tak Ada Under Invoicing

Ecobiz.asia – Danantara Indonesia menegaskan pelaksanaan kebijakan tata kelola ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis akan tetap menjaga kepastian berusaha...

PLN EPI Gandeng ITERA dan PLN Puslitbang Kembangkan Kaliandra dan Sorgum untuk Biomassa dan Hidrogen Hijau

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) untuk...