BIRU Resmikan Training Center dan Test Center, Targetkan Perluas Akses Kerja Internasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), meresmikan pusat pelatihan (training center) di Depok, Jawa Barat, dan pusat tes (test center) di Jakarta untuk memperkuat kesiapan kerja talenta Indonesia.

Pusat pelatihan ini menjadi bagian dari upaya BIRU membangun ekosistem pelatihan vokasi terintegrasi yang menghubungkan pelatihan, sertifikasi, dan akses ke peluang kerja, termasuk di pasar internasional.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan inisiatif tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, khususnya bagi generasi muda yang belum terserap di dunia kerja maupun pendidikan.

Read also:  Kartini 2026: MedcoEnergi Dorong Kesetaraan dan Tata Kelola Berkelanjutan

“Peresmian BIRU Training Center dan Test Center mencerminkan komitmen jangka panjang Grup dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, dengan pengembangan sumber daya manusia sebagai inti utamanya,” katanya dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 19,44% penduduk usia 15–24 tahun pada 2025 berada dalam kategori tidak sekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan (NEET). Sementara itu, tingkat pengangguran lulusan SMK mencapai 8,63%, tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.

Menjawab kondisi tersebut, BIRU menghadirkan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk program Japan Building Cleaning yang mempersiapkan tenaga kerja untuk skema Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang.

Read also:  Indonesia Siapkan Tiga Skema Implementasi Biodiversity Credit, Apa Saja?

Chief Executive Officer BIRU, Kanya Stira Sjahrir, mengatakan pelatihan dirancang berbasis kondisi kerja nyata dengan dukungan peralatan standar industri dan instruktur bersertifikat.

Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, lebih dari 60 peserta telah menyelesaikan pelatihan, dengan sebagian lulusan mulai bekerja di Jepang pada Maret 2026. Ke depan, BIRU menargetkan melatih lebih dari 30 peserta setiap bulan.

Pemerintah menyambut inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk memperluas akses pelatihan dan peluang kerja global.

Read also:  PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center, Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dwi Setiawan Susanto, menyebut pemerintah menargetkan penempatan pekerja migran hingga 500.000 orang secara bertahap.

BIRU juga menilai permintaan tenaga kerja di Jepang masih tinggi, khususnya di sektor pengelolaan gedung, yang diproyeksikan membutuhkan sekitar 37.000 pekerja hingga 2029. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina dan LanzaTech Jajaki Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Rendah Karbon

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) menggandeng LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon melalui pengolahan sampah perkotaan menjadi bahan bakar berbasis teknologi waste to...

BKI dan PLN Indonesia Power Jajaki Kerja Sama Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) menjajaki kerja sama strategis dengan PT PLN Indonesia Power melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan...

PTBA Bicara Gasifikasi Batu Bara Jadi DME untuk Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mendorong pengembangan hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional...

PLN IP Services Gandeng TMAI Kembangkan PLTS untuk Percepat Transisi Energi

Ecobiz.asia — PT PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services) menjalin sinergi strategis dengan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) untuk mengembangkan proyek pembangkit...

ESG-IN dan IDCTA Teken MoU, Dorong Digitalisasi dan Integritas Pasar Karbon Indonesia

Ecobiz.asia – ESG-IN dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan ekosistem kredit karbon berbasis data terverifikasi di Indonesia. Penandatanganan...

TOP STORIES

Indonesia Bets on Certified Sustainable Timber to Expand U.S. Market Access

Ecobiz.asia — United States remains a strategic export market for Indonesia’s forestry products, with exports of Indonesian processed wood products to the U.S. reaching...

Pangkas Emisi Karbon, PLN Gandeng MRT Jakarta dan Transjakarta Kampanyekan Transportasi Publik Listrik

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) bersama PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta meluncurkan kampanye “Green Future Powered Today” untuk mendorong penggunaan transportasi publik...

Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Amerika Serikat masih menjadi pasar strategis bagi produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2025...

Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ecobiz.asia – Di tengah tuntutan global akan produk kayu berkelanjutan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjamin produk kayu Indonesia yang masuk ke pasar Amerika...

ASEAN Must Not Become Global Waste Dumping Ground, Circular Economy Must Advance

Ecobiz.asia — Indonesia has called for stronger regional cooperation in ASEAN to address increasingly complex challenges in chemical and waste management, including the growing...