Ecobiz.asia — MedcoEnergi menggelar peringatan Hari Kartini 2026 melalui konser tematik bertajuk “Cita-cita, Harapan, Aspirasi” di Soehanna Hall, The Energy Building Jumat (24/4). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap peran perempuan, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial dan tata kelola.
Acara tersebut dihadiri perwakilan kementerian, SKK Migas, PLN, Pertamina, jajaran manajemen MedcoEnergi, serta media. Konsep acara menggabungkan pertunjukan musik kamar dengan pembacaan surat-surat R.A. Kartini oleh karyawan perempuan yang berkiprah di sektor energi.
Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro mengatakan, peringatan Kartini perlu dimaknai sebagai dorongan untuk memperluas akses dan kesetaraan di dunia kerja, termasuk di industri energi yang masih didominasi laki-laki. Ia menekankan bahwa penguatan peran perempuan merupakan bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
Saat ini, lebih dari 20% posisi kepemimpinan di MedcoEnergi diisi oleh perempuan—angka yang menunjukkan kemajuan dalam penerapan prinsip inklusi di tingkat manajerial. Untuk mendukung hal tersebut, perseroan menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain program Women at Work untuk pengembangan karier, penyediaan fasilitas daycare dan nursery room di kantor maupun wilayah operasi, serta Program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak di area sekitar operasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
VP Operations Offshore Medco E&P Puti Permata menyatakan bahwa semangat Kartini relevan dengan upaya membangun lingkungan kerja yang inklusif dan profesional. “Kesetaraan bukan hanya soal gender, tetapi tentang kompetensi dan integritas dalam menjalankan peran,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, MedcoEnergi menempatkan inklusi dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian integral dari strategi ESG perusahaan. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja bisnis, tetapi juga mendorong penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif di Indonesia. ***



