Pagu Indikatif Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2027 Rp27,335 T, Begini Rinciannya

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 82 persen anggaran tahun 2027 untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari jaringan gas kota (jargas), listrik desa (lisdes), hingga bantuan pasang baru listrik (BPBL) bagi keluarga kurang mampu.

Komitmen tersebut tercermin dari alokasi sekitar Rp22,48 triliun dari total pagu indikatif Kementerian ESDM sebesar Rp27,33 triliun yang telah disetujui Komisi XII DPR RI dalam rapat kerja di Jakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sengaja mengarahkan mayoritas anggaran kementerian untuk pembangunan infrastruktur energi dan program pelayanan publik, sementara anggaran operasional ditekan seminimal mungkin.

Read also:  Kemenhut Luncurkan LEVERAGE, Penegakan Hukum Kehutanan Diperkuat dengan Platform Aduan Digital

“Jadi hanya 13 persen dari total pagu anggaran Kementerian ESDM yang dipergunakan untuk operasional, karena semua anggaran yang ada kita fokuskan untuk menyentuh program-program yang ada di masyarakat,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, sejumlah program prioritas yang akan dijalankan pada 2027 meliputi pembangunan jaringan gas kota, proyek pipa transmisi gas nasional, konverter kit untuk petani, hingga perluasan akses listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.

Ia merinci, program jaringan gas kota memperoleh alokasi sebesar Rp5,21 triliun untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG melalui pemanfaatan gas bumi rumah tangga.

Read also:  Ekspor Komoditas Strategis Satu Pintu Masuk Tahap Transisi, Eksportir Wajib Lapor Danantara

Sementara proyek pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) mendapat alokasi Rp3,95 triliun untuk memperkuat distribusi gas dari wilayah surplus ke daerah yang membutuhkan di Sumatera dan Jawa.

“Pipa Gas Dusem akan mengalirkan gas dari daerah yang surplus ke daerah yang membutuhkan antara Sumatera dan Jawa,” kata Bahlil.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp702,38 miliar untuk pembangunan pipa transmisi gas Semarang–Solo dan Rp577,56 miliar untuk proyek pipa gas Cirebon–Bandung yang dikerjakan secara multiyears guna memperkuat konektivitas jaringan gas nasional.

Di sektor kelistrikan, pembangunan listrik desa memperoleh alokasi terbesar mencapai Rp9,746 triliun. Pemerintah juga menyiapkan Rp520 miliar untuk program bantuan pasang baru listrik bagi keluarga kurang mampu.

Read also:  Danantara Jamin Kontrak Ekspor SDA Tetap Berjalan, Asal Tak Ada Under Invoicing

Kementerian ESDM juga melanjutkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui sejumlah program elektrifikasi dan energi bersih. Anggaran sebesar Rp635,2 miliar disiapkan untuk program motor listrik, Rp815,6 miliar untuk program kompor listrik, serta Rp58,58 miliar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Program kompor listrik juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG. Kita mencari sumber energi lain ke depan, termasuk pemanfaatan CNG,” ujar Bahlil. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Susun Instrumen Biodiversity Credit Sesuai Karakteristik Keanekaragaman Hayati Nasional

Ecobiz.asia - Pemerintah mulai menyusun instrumen biodiversity credit yang disesuaikan dengan karakteristik keanekaragaman hayati Indonesia sebagai negara megabiodiversitas, guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan sumber...

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

Budidayakan Gaharu di Hutan Adat, KTH Sadar Sendiri Papua Raih Penghargaan Kalpataru 2026

Ecobiz.asia - Dari hutan adat di Papua, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Sendiri membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi benteng pertahanan lingkungan sekaligus sumber...

Buka INVIROTECH 2026, Menteri Jumhur Tegaskan Aksi Iklim Tak Bisa Ditunda Lagi

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa krisis lingkungan dan perubahan iklim tidak lagi bisa dipandang...

TOP STORIES

PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Ecobiz.asia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai menjalankan uji coba co-firing tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 megawatt (MW)...

Pertamina dan BRIN Luncurkan Alat Pengubah Sampah Plastik Jadi Solar di Bantul

Ecobiz.asia – Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol...

CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill...

Tobat Ekologis, Suatu Pendekatan Ekoteologi

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup) Ecobiz.asia -...

Indonesia Launches SIGN SMART Robust to Strengthen Transparency of National Carbon Emissions Data

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Environment/Environmental Control Agency (KLH/BPLH) has launched a new national greenhouse gas inventory platform called SIGN SMART Robust to improve...