Operasi Dihentikan Sementara, PT Gag Nikel Klaim Tambang dan Konservasi Bisa Sejalan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Gag Nikel menegaskan bahwa kegiatan pertambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menghentikan sementara operasi perusahaan hingga proses verifikasi lapangan rampung.

“Operasi PT Gag Nikel di Raja Ampat menjadi bukti bahwa tambang dan konservasi bisa berjalan beriringan dengan prinsip tanggung jawab,” ujar Plt Presiden Direktur PT Gag Nikel Arya Arditya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/6/2025).

Read also:  Geo Dipa dan Gubernur Jawa Tengah Bahas Percepatan Proyek Panas Bumi Dieng, Bentuk Tim Sosialisasi

Baca juga: Tanam 9,5 Juta Pohon, Vale Rehabilitasi 14.230 Hektare DAS di Sulsel Tahun 2024

Manajemen Gag Nikel menyatakan menghormati keputusan pemerintah dan menyatakan siap menyerahkan seluruh dokumen pendukung kepada tim inspeksi Kementerian ESDM. Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Good Mining Practices serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan tata ruang.

Menurut Arya, lokasi pertambangan PT Gag Nikel tidak berada di kawasan konservasi atau Geopark UNESCO, melainkan dalam wilayah penambangan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Sejak mulai beroperasi pada 2018, perusahaan mengklaim telah menjalankan berbagai program keberlanjutan.

Read also:  Pertamina Hadirkan Green Terminal di Cilegon, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

Sejumlah inisiatif yang telah dilakukan antara lain rehabilitasi 666,6 hektare Daerah Aliran Sungai (DAS), reklamasi 136,72 hektare lahan bekas tambang dengan penanaman lebih dari 350.000 pohon, dan program transplantasi terumbu karang seluas 1.000 meter persegi di pesisir Raja Ampat.

Baca juga: KLHK Peringatkan Perusahaan Tambang Pemegang Izin Pinjam Pakai Hutan Lakukan Rehabilitasi DAS

Read also:  Malaysia Apresiasi PLN, Proyek Elektrifikasi Kereta Listrik di Kelantan dan Pahang Tuntas Lebih Awal

Selain itu, pemantauan kualitas udara, air, dan tingkat kebisingan menunjukkan hasil yang berada jauh di bawah ambang batas baku mutu lingkungan.

Perusahaan juga menyatakan telah berkoordinasi aktif dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan dalam pengawasan dan monitoring kegiatan operasionalnya.

Langkah-langkah tersebut, menurut manajemen, menjadi bukti bahwa kegiatan tambang dapat berlangsung tanpa mengorbankan ekosistem maupun kehidupan masyarakat lokal. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

TOP STORIES

Govt Reviews Scheme as Norway Eyes Carbon Credits from Indonesia Floating Solar Projects

Ecobiz.asia — The government is currently reviewing the scheme in greater detail, including assessing long-term price considerations and mechanisms to ensure that potential funding...

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...