Manfaatkan Digitalisasi, Nickel Industries Kurangi Sampah Kertas dan Optimalkan Pengelolaan Limbah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Nickel Industries Limited memperkuat kinerja keberlanjutan perusahaan melalui digitalisasi menyeluruh, dari pemantauan limbah air hingga efisiensi administrasi internal.

Inisiatif ini berhasil menekan limbah kertas hingga 9 ton dalam tiga tahun terakhir dan menjadi bagian dari strategi utama perusahaan dalam mendorong kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

“Digitalisasi adalah tulang punggung strategi kami untuk efisiensi dan peningkatan performa ESG,” ujar Chrisma Virgina, Industrial Process Sustainability Lead Nickel Industries, dalam webinar From Cost Pressure to Smart Operation, Rabu (6/8).

Read also:  Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Dapat Tambahan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal

Salah satu inisiatif andalan perusahaan adalah penerapan Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas air limbah secara real-time di area tambang.

Data yang terekam melalui data logger dan tersimpan di cloud memungkinkan analisis instan terhadap potensi pencemaran dan meningkatkan respons manajemen terhadap isu lingkungan.

“Kami bisa langsung tahu apakah kualitas air memenuhi baku mutu atau tidak. Ini bukan hanya memenuhi regulasi, tapi juga meningkatkan akuntabilitas,” jelas Chrisma.

Read also:  Elnusa Realisasikan 35% CAPEX Rp602 Miliar hingga Semester I 2026

Langkah efisiensi juga dilakukan pada sisi administrasi. Sejak 2020 hingga 2023, Nickel Industries berhasil mengurangi sekitar 9 ton sampah kertas melalui digitalisasi berbagai proses internal, seperti formulir cuti, pemesanan katering, hingga pelaporan statistik keselamatan kerja.

“Kami juga migrasikan pelaporan statistik keselamatan kerja secara online, yang bisa diakses langsung oleh pekerja untuk pelaporan bahaya di lapangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Chrisma mengutip studi World Economic Forum dan EY yang menunjukkan bahwa teknologi digital seperti otomasi, remote sensing, dan AI terbukti mampu meningkatkan keamanan kerja, mengurangi emisi karbon, dan meminimalkan dampak lingkungan di sektor pertambangan.

Read also:  Menteri LH Teken Aturan Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Link Download PermenLH No 11 Tahun 2026

Namun, Chrisma juga menggarisbawahi sejumlah tantangan dalam proses transformasi digital, mulai dari kualitas data, keterbatasan sumber daya, hingga kesiapan organisasi.

“Kalau data tidak akurat atau tidak bisa diakses, proses analisis jadi terhambat. Padahal, dari data itu kita bisa tahu seberapa besar dampak operasi terhadap lingkungan,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

Pangkas Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyiapkan jaringan logistik Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477...

MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadikan pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebagai pijakan awal untuk membangun kapabilitas dan...

Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas percontohan untuk mengembangkan...

ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Ecobiz.asia – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) bersama peserta Women On The Move 2026 melakukan aksi konservasi laut di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan...

TOP STORIES

Verra Launches Scope 3 Standard Program to Certify Value Chain Climate Action

Ecobiz.asia – Verra has launched its Scope 3 Standard (S3S) Program, a framework designed to quantify, verify and certify the climate outcomes of projects...

Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik hingga Selasa (15/9/2026) malam....

B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Ecobiz.asia — Implementasi biodiesel 50% atau B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU di seluruh Indonesia atau sekitar 94%. Pemerintah kini mengejar penyelesaian transisi...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Transformasi sistem pangan di Indonesia perlu didorong dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peritel sebagai penghubung utama antara produsen dan konsumen. Penguatan...