Lantik Pejabat Tinggi Madya, Menteri Hanif Soroti Kualitas Air Sungai di Belakang Kantor KLH

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti kualitas air sungai Cipinang yang terletak di belakang kantor Kementerian Lingkungan Hidup.

Hanif meminta agar jajarannya meningkatkan kualitas air Sungai Cipinang yang saat ini sangat buruk. Pemulihan kualitas air Sungai Cipinang akan menjadi contoh dalam pengelolaan kualitas air sungai-sungai lain di Indonesia.

Berbicara pada saat pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya KLH/BPLH, di Jakarta, Senin (6/1/2025). Menteri Hanif mengungkapkan bahwa sebagian besar Indeks Kualitas Air Sungai di Indonesia saat ini relatif kurang baik.

Baca juga: Pelaku Industri Sambut Baik Permen ESDM Baru Tentang Carbon Capture Storage, IPA: Beri Kepastian Hukum

Read also:  Budidayakan Gaharu di Hutan Adat, KTH Sadar Sendiri Papua Raih Penghargaan Kalpataru 2026

“Kondisi ini ditunjukkan dengan status mutu air yang memenuhi kelas 2 masih di bawah 50 persen,” katanya. Mutu air kelas 2 berarti dapat digunakan untuk sarana rekreasi air, pembudayaan ikan dan peternakan.

Lebih lanjut Hanif mengatakan menegaskan tentang pentingnya penetapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air (RPPMA) sungai, terutama pada sungai-sungai prioritas di berbagai penjuru Indonesia. Saat ini belum ada satupun dokumen RPPMA Sungai yang sudah ditetapkan.

Menurut Menteri Hanif, perbaikan mutu air sungai dapat dilakukan dengan berkolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

“Harapan kita, dengan penetapan RPPMA, melibatkan semua pihak dalam pemulihan sungai secara bertahap. Ini bisa dilakukan bersama-sama, berkolaborasi,” tegasnya.

Read also:  Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Sebagai percontohan, Hanif meminta agar jajarannya melakukan pemulihan Sungai Cipinang. Dia bahkan menegaskan agar upaya peningkatan mutu air Sungai Cipinang selesai dalam waktu enam bulan.

Baca juga: Diprakarsasi Pertamina EP, Ekoriparian Sungai Hitam Lestari Berkembang Jadi Destinasi Wisata Penyangga IKN

“Kita mesti memberi contoh dengan kongkret. Di belakang kantor kita ada Sungai Cipinang yang mutunya sudah sangat buruk. Saya minta pejabat yang dilantik pada hari ini mampu menyelesaikan cipinang ini dalam enam bulan,” tegasnya.

Hanif mengatakan pemulihan mutu air Sungai Cipinang harus menjadi legacy dari KLH. 

Pada kesempatan itu, Hanif juga mengatakan buruknya kualitas air mengakibatkan eksploitasi air tanah secara masif, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan muka tanah seperti di Pulau Jawa yang mengalami penurunan 10 cm per tahun. 

Read also:  London Climate Action Week, Indonesia Dorong Pasar Biodiversity Credit yang Adil Bagi Masyarakat

Baca juga: Cegah Sampah Menuju Laut, Pertamina Internasional Shipping Bantu Bersihkan 14 Ton Sampah di Sungai Ciliwung

Secara khusus hal itu juga terjadi di Jakarta, yang mengalami penurunan 20-30 cm per tahun dan memiliki potensi tenggelam dalam beberapa periode ke depan.

“Kita benar-benar harus mengembalikan peradaban sungai kita yang sudah lama kita tinggalkan, kita telah menjadikan sungai kita sebagai belakang rumah kita, sebagai tempat pembuangan sampah kita. Sementara di sisi lain kita dengan asik masuk kemudian mengeksploitasi air tanah dengan sebesar-besarnya,”  kata Hanif Faisol Nurofiq. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50% (B50) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Pemerintah mengklaim implementasi...

ASEAN Perkuat Antisipasi El Niño dan Kabut Asap, Indonesia Dorong Kesiapsiagaan Regional

Ecobiz.asia - Negara-negara ASEAN memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap lintas batas yang dipicu fenomena El...

Transformasi Pengelolaan Sampah, Pembangunan Fasilitas PSEL Bali Dimulai

Ecobiz.asia - Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar, Bali, sebagai langkah awal transformasi pengelolaan...

Kemenhut Perbarui Rencana Kehutanan Nasional, Fokus Seimbangkan Ekonomi, Ekologi, dan Kesejahteraan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai menyosialisasikan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.8 Tahun 2026 tentang perubahan kedua atas Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030....

TOP STORIES

Aroma Liberika dan Komitmen CSR untuk Kalimantan Barat

Oleh : Gusti Hardiansyah (Guru Besar Universitas Tanjungpura, Ketua ICMI Orwil Kalbar) Ecobiz.asia - Malam itu, Ballroom Hotel Borobudur Jakarta tidak hanya menjadi ruang pertemuan....

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Indonesia Issues Presidential Directive to Protect Sumatran and Bornean Elephants

Ecobiz.asia — Indonesian President Prabowo Subianto has issued a presidential directive mandating a coordinated, cross-government effort to protect the populations and habitats of the...

Indonesia Becomes First Country to Implement Global Carbon Data Standard in National Registry

Ecobiz.asia — Indonesia has become the first country to implement the Climate Data Steering Committee (CDSC)'s Common Carbon Credit Data Model through its newly...

SRUK Resmi Meluncur, Indonesia Jadi yang Pertama Terapkan Standar Data Karbon CDSC

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta, Kamis (9/7/2026), yang sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di...