KKP Luncurkan SeaBLUE, Dorong Perikanan Ramah Lingkungan dan Inklusif

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), United Nations Development Programme (UNDP), dan Pemerintah Jepang meluncurkan program Strengthening Livelihoods of Small-Scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy (SeaBLUE). 

Inisiatif ini bertujuan memberdayakan nelayan skala kecil di Indonesia melalui pendekatan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Program SeaBLUE menjadi bagian dari implementasi Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia 2023–2045, sejalan dengan prioritas pembangunan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama pertumbuhan pedesaan dan ketahanan pangan nasional.

Baca juga: KKP Tetapkan Dua Kawasan Konservasi Laut Baru, Luasnya Ratusan Ribu Hektar

“Nelayan di wilayah terpencil harus memiliki akses terhadap teknologi rendah karbon, pembiayaan, pelatihan, dan pasar yang layak. Masa depan mereka tidak boleh terus dibayangi ketidakpastian,” ujar Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Kamis (19/6/2025)

Read also:  PSEL Banjarmasin Raya Kelola 535 Ton Sampah per Hari Menjadi Energi Listrik

SeaBLUE akan menjangkau lebih dari 1.600 nelayan skala kecil di Morotai (Maluku Utara) dan Tanimbar (Maluku), dengan komitmen inklusivitas melalui partisipasi perempuan minimal 30 persen. 

Program ini mencakup pelatihan diversifikasi usaha, pengelolaan hasil tangkapan berbasis teknologi hijau, serta penguatan manajemen kelembagaan pesisir.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas nelayan kecil sebagai bagian dari fondasi ekonomi biru. 

“Program ini mendorong peningkatan keterampilan, akses teknologi ramah lingkungan, dan transformasi menuju praktik perikanan yang berkelanjutan serta adaptif terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Read also:  Kemenhut Dorong Golo Mori Jadi Destinasi Wisata Berbasis Alam, Alternatif Taman Nasional Komodo

SeaBLUE juga memperkenalkan inovasi seperti kapal listrik, pendingin bertenaga surya, dan cold storage berbasis energi terbarukan untuk menekan emisi karbon serta mengurangi kerugian pasca panen. Selain itu, sistem pendataan digital melalui KUSUKA akan diperkuat, dengan target pendaftaran 1.500 nelayan baru dan pelatihan bagi 100 petugas daerah.

Sistem perizinan kapal juga akan diperbarui melalui SIMKADA dan teknologi Automatic Identification System (AIS) berbasis QR code, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas rantai pasok perikanan.

Baca juga: Mengenal Indonesia Coral Bond, Inovasi Pendanaan Konservasi Terumbu Karang Ala KKP

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Jepang yang sebelumnya membangun infrastruktur perikanan di lokasi proyek melalui JICA. 

“Kami bangga berkolaborasi untuk memperkuat mata pencaharian dan menjaga ekosistem laut,” kata Hajime Ueda, Minister of Economic Affairs and Development Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

Read also:  Pembatasan Wisatawan Taman Nasional Komodo, Wamenhut: Kuota Adaptif, Tidak Statis

Sementara itu, UNDP menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia. “Teknologi saja tidak cukup tanpa pemberdayaan komunitas pesisir, khususnya perempuan,” ujar Sujala Pant, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia.

Diproyeksikan sekitar 8.000 warga akan merasakan dampak langsung dan tidak langsung dari SeaBLUE, baik melalui peningkatan pendapatan, akses pada teknologi hijau, maupun penguatan kelembagaan lokal.

Sebagai bagian dari peluncuran, digelar diskusi panel bertajuk “Opportunities and Challenges for Small-Scale Fisheries in Indonesia” yang membahas integrasi teknologi terbarukan seperti kapal listrik dan sistem pendinginan ramah lingkungan untuk memperkuat ketahanan sektor perikanan skala kecil. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, dari Biodiesel hingga Pengolahan Pala

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi...

Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

Ecobiz.asia -- PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan performa yang mengesankan. Di tengah dinamika dunia usaha dan kebutuhan sektor...

Volume Naik, Fondasi Menguat: Samindo Jaga Ritme di Awal 2026

Ecobiz.asia -- Awal tahun menjadi panggung konsistensi bagi PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Di tengah dinamika industri pertambangan batubara, Perseroan membuka 2026 dengan ritme...

Menteri Jumhur Resmi Nahkodai KLH, Tekankan Environmental Ethics sebagai Kunci Perlindungan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan serah terima jabatan Menteri LH/Kepala BPLH dari Hanif Faisol Nurofiq kepada Moh. Jumhur Hidayat...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...