Kemenhut Perketat Aturan Pendakian Gunung Nasional, Rinjani Masuk Level Sulit

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperketat tata kelola pendakian gunung di kawasan taman nasional dengan sistem pemeringkatan jalur dan standar operasional prosedur (SOP) baru.

Langkah ini untuk menjamin keselamatan pendaki, menyusul evaluasi besar-besaran di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, yang sempat ditutup sementara.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan perbaikan tata kelola telah direncanakan jauh sebelum insiden tewasnya pendaki asal Brasil, Juliana Merit, di Rinjani. Namun, peristiwa itu membuat urgensi pembenahan semakin relevan.

Read also:  PLTA Batang Toru Siap Bayar Denda Lingkungan Rp200,6 M, Dapat Lampu Hijau Beroperasi Kembali

“Naik gunung perlu persiapan, tidak cukup hanya karena FOMO. Banyak korban jatuh karena kurang perlengkapan dan pengetahuan,” kata Raja Juli saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan pemeringkatan jalur pendakian dibagi menjadi lima level. Rinjani masuk Grade 4, setingkat di bawah level tersulit yang hanya dimiliki Gunung Leuser, Cartenz Pyramid, dan Trikora.

Read also:  Uji 1.000 Jam, Pelaku Tambang Sebut Biodiesel B50 Aman untuk Alat Berat

Pendaki pemula dilarang mencoba jalur dengan grade tinggi tanpa bukti pengalaman atau sertifikat yang setara.

Selain sistem grading, perbaikan meliputi SOP pendakian yang mengatur kuota, pemandu, hingga pengelolaan lokasi camping; pemasangan 18 papan peringatan, tangga pengaman, dan pagar pembatas; pembangunan shelter darurat; pengadaan perlengkapan SAR; serta pelatihan vertical rescue dan sertifikasi pemandu.

Read also:  Kemenhut Bangun Pagar Cegah Konflik Gajah di Way Kambas, Panjangnya 138 Kilometer

Kemenhut juga memperbarui aplikasi e-Rinjani untuk pendaftaran daring, pelacakan, dan monitoring pendaki, serta menempatkan petugas gabungan di titik rawan seperti Pelawangan Sembalun dan Danau Segara Anak.

“Enam jalur Rinjani kini dinyatakan layak dibuka kembali sejak 11 Agustus,” ujar Satyawan. Evaluasi berkala akan dilakukan, termasuk kajian penerapan asuransi pendakian. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Apel Siaga Karhutla di Kalbar, Pemerintah Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026), di tengah...

Kebut Pembangunan Waste to Energy, ESDM Targetkan 34 PLTSa Segera Beroperasi

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pengembangan waste to energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menargetkan 34 proyek di 34 kota dapat segera...

Wamen ESDM Gandeng Industri Percepat Elektrifikasi Nasional, Program Lisdes Jadi Andalan

Ecobiz.asia — Tangerang, 14 April 2026 — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan industri dalam...

Batasi Pengunjung Taman Nasional Komodo, Menhut: Terjadi Over Tourism

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membatasi kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo menyusul indikasi over tourism yang berpotensi merusak ekosistem kawasan konservasi tersebut. Kebijakan ini...

Indonesia–Inggris Danai Empat Proyek Inovasi Rendah Karbon melalui LCDI-ITF

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO)...

TOP STORIES

Indonesia to Launch Carbon Registry System in July, Invites Developers for Trial Phase

Ecobiz.asia — Indonesia is set to launch its Carbon Unit Registry System (SRUK) in July 2026 as a key infrastructure to support the country’s...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...