KPH Berperan Penting Mitigasi Karhutla, Pengembangan Bioekonomi Jadi Strategi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat memasuki puncak musim kemarau 2026. Kondisi tersebut mendorong penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai pengelola hutan di tingkat tapak, termasuk melalui pengembangan bioekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar hutan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri mengatakan KPH memiliki posisi strategis dalam mitigasi karhutla karena berada paling dekat dengan kawasan dan masyarakat.

Menurut dia, pengembangan kegiatan ekonomi di kawasan KPH harus berjalan bersamaan dengan upaya pencegahan kebakaran agar investasi ekonomi dan fungsi hutan dapat terlindungi.

“Jangan sampai investasi ekonomi yang sudah kita tanamkan di KPH menjadi sia-sia karena tidak ada mitigasi risiko. Ini harus menjadi bagian dari tata kelola bioekonomi di KPH,” kata Thomas dalam Diskusi Penguatan KPH dalam Pencegahan Deforestasi dan Degradasi melalui Pengembangan Bioekonomi di Makassar, Rabu (12/8/2026).

Read also:  Pemerintah Matangkan Pembentukan BP-GMN, Rancang Mandat hingga Perpres

Ancaman karhutla saat ini cukup tinggi. Data Kementerian Kehutanan menunjukkan luas karhutla nasional pada Januari-Juni 2026 mencapai sekitar 107.000 hektare, dengan sekitar 54% berada di kawasan hutan.

Sementara di Sulawesi Selatan, luas karhutla pada Januari-Juli 2026 telah mencapai 1.489,51 hektare.

Kondisi tersebut masih berpotensi meningkat karena Sulawesi Selatan diprediksi mengalami musim kemarau selama April-September 2026 dengan puncak pada Agustus-September.

Kementerian Kehutanan juga memetakan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dengan tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi, antara lain Luwu Timur, Luwu, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Pinrang, Pangkep, Sidrap, Takalar, Jeneponto dan Gowa.

Read also:  Bahlil Assures No Increase in Subsidized Fuel Prices through End-2026

Thomas mengatakan ancaman kebakaran tidak hanya berdampak terhadap tutupan hutan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan ketahanan pangan. Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung pangan, sementara kawasan rawan kebakaran juga berbatasan dengan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.

Karena itu, menurut dia, pengendalian karhutla harus ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan risiko kawasan. Pendekatan tersebut tidak lagi semata-mata berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi mengutamakan pencegahan, deteksi dini dan peningkatan kapasitas pengelola di tingkat tapak.

“Pengendalian kebakaran bukan hanya menjaga tutupan lahan, tetapi juga menjaga lumbung pangan, ekologi, ekonomi dan sosial budaya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XV Makassar Sudarmalik mengatakan pengembangan bioekonomi penting terutama di tengah ancaman musim kemarau panjang dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Read also:  Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Regulasi Safeguard AI dan Standar Data Center Hijau

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki sumber pendapatan dari pemanfaatan sumber daya hutan tanpa harus merusak fungsi ekologisnya.

Sudarmalik mengatakan pendekatan bioekonomi dapat memperluas peran KPH dalam pengelolaan hutan, tidak hanya dalam aspek perlindungan kawasan tetapi juga pengembangan sumber-sumber ekonomi yang tetap mempertahankan fungsi ekologis hutan.

Diskusi yang berlangsung 12–13 Agustus 2026 tersebut diikuti para kepala KPH di Sulawesi Selatan, akademisi, pemerintah daerah, mitra pembangunan, serta Kementerian Kehutanan. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke KPH Bulusaraung di Kabupaten Maros untuk melihat implementasi pengembangan bioekonomi berbasis potensi kawasan dan masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...