Kemenhut Bangun Pagar Cegah Konflik Gajah di Way Kambas, Panjangnya 138 Kilometer

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai membangun pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas guna melindungi masyarakat dari konflik dengan gajah liar.

Sistem pembatas tersebut dirancang sebagai solusi permanen untuk mengurangi konflik manusia-gajah yang selama ini kerap terjadi di kawasan penyangga taman nasional. Pagar akan dibangun oleh tim lintas instansi yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, perguruan tinggi, serta masyarakat setempat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pembangunan pembatas ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga populasi gajah Sumatra sekaligus melindungi masyarakat.

Read also:  ESDM Mulai Uji Biodiesel B50 di Kereta Api, Persiapan Implementasi Nasional

“Komitmen Presiden Prabowo adalah menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” ujar Raja Juli saat melakukan soft launching pembangunan pembatas di sela silaturahmi Idulfitri bersama kepala desa penyangga TN Way Kambas, Kamis (26/3).

Menurutnya, keberadaan pagar menjadi penting mengingat tingginya intensitas konflik di kawasan tersebut. TN Way Kambas menjadi salah satu taman nasional dengan tekanan tinggi karena berbatasan langsung dengan permukiman, dengan hampir satu juta penduduk tinggal di sekeliling kawasan tanpa zona penyangga yang memadai.

Read also:  Kantong Gajah Sumatra Menyusut dari 42 Menjadi 21, Menhut Beberkan Aksi Penyelamatan

Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan warga dan satwa liar.

Pembangunan pagar sepanjang 138 kilometer ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, serta perguruan tinggi seperti Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, dan Politeknik Negeri Lampung.

Selain pembangunan pagar, Kemenhut juga menyiapkan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan di kawasan tersebut melalui skema blended finance, yang menggabungkan pendanaan publik dan swasta, termasuk kredit karbon dan ekowisata.

Read also:  Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat konservasi, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungannya terhadap pembangunan pembatas tersebut. Menurutnya, keberhasilan konservasi harus diiringi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menilai pembangunan pagar menjadi kebutuhan mendesak yang telah lama diharapkan warga. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Amerika Serikat masih menjadi pasar strategis bagi produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2025...

Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ecobiz.asia – Di tengah tuntutan global akan produk kayu berkelanjutan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjamin produk kayu Indonesia yang masuk ke pasar Amerika...

BRIN-Rosatom Rusia Bahas Pengembangan Eneri Nuklir Berskala Besar

Ecobiz.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom menggelar pertemuan untuk membahas pengembangan energi nuklir berskala besar di...

Wamen ESDM Soroti Kerja Sama Energi Bersih RI-Rusia di Forum SKB ke-14

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan sumber daya mineral dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB)...

Satgas PKH Serahkan Total 5,8 Juta Ha Hutan ke Negara, 4,1 Juta Ha Dikelola Agrinas

Ecobiz.asia – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyetor Rp10,27 triliun ke kas negara dan menyerahkan kembali 5,88 juta hektare kawasan hutan hasil...

TOP STORIES

Indonesia Bets on Certified Sustainable Timber to Expand U.S. Market Access

Ecobiz.asia — United States remains a strategic export market for Indonesia’s forestry products, with exports of Indonesian processed wood products to the U.S. reaching...

Pangkas Emisi Karbon, PLN Gandeng MRT Jakarta dan Transjakarta Kampanyekan Transportasi Publik Listrik

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) bersama PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta meluncurkan kampanye “Green Future Powered Today” untuk mendorong penggunaan transportasi publik...

Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Amerika Serikat masih menjadi pasar strategis bagi produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2025...

Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ecobiz.asia – Di tengah tuntutan global akan produk kayu berkelanjutan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjamin produk kayu Indonesia yang masuk ke pasar Amerika...

ASEAN Must Not Become Global Waste Dumping Ground, Circular Economy Must Advance

Ecobiz.asia — Indonesia has called for stronger regional cooperation in ASEAN to address increasingly complex challenges in chemical and waste management, including the growing...