Jawab Tantangan Transisi Energi, Peran SDM Andal Dibutuhkan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melantik Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Imelda Eva Roturena Hutabarat. 

Yuliot berharap dengan pelantikan ini Direktur PEP dapat menciptakan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan sektor ESDM.

Pada kesempatan itu, Yuliot juga menyampaikan bahwa sektor ESDM tengah menghadapi tantangan dalam mencapai ketahanan energi dan ketersediaan energi dalam negeri. 

Sebagian besar kebutuhan energi dalam negeri saat ini, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berasal dari impor, sehingga perlu diupayakan transisi energi demi peningkatan produksi dan diversifikasi sumber daya energi dalam negeri.

Read also:  B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Baca juga: Agincourt Resources Terus Perkuat Komitmen Keberlanjutan untuk Lingkungan 

“Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang andal untuk menjawab tantangan, karena dengan adanya ketahanan energi dalam negeri yang didukung oleh sumber daya manusia yang andal, tentu akan memberikan dampak yang cukup positif bagi pembangunan bangsa, dan juga terkait dengan ketersediaan energi dalam negeri,” ujar Yuliot, Rabu (12/3/2025).

Memasuki tahun keenam berdirinya PEP Bandung, Yuliot berharap PEP dapat meningkatkan kompetensi para mahasiswa dan alumni, supaya dapat terserap sebagai tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Yuliot juga mendorong agar para lulusan PEP dapat bersaing dan memanfaatkan peluang yang ada secara global. Menjadi tugas Kementerian ESDM untuk menyiapkan fasilitas pembelajaran dan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri.

Read also:  Target Bangun PLTS 100 GWp, DEN Sebut Indonesia Butuh Dukungan Jaringan hingga Tenaga Kerja

“Ini menjadi bagian kita untuk menyiapkan fasilitas pembelajaran dan kurikulum ke depan sesuai dengan kebutuhan industri di masa yang akan datang. Dalam rangka pelaksanaan pendidikan, tentu ada akreditasi yang harus terpenuhi. Menjadi tugas Bu Imelda agar bisa meningkatkan akreditasi, sehingga nanti setiap lulusan yang direferensikan harus berdasarkan akreditasi yang ada di politeknik dapat terpenuhi,” imbuh Yuliot.

Baca juga: Menteri ESDM Lantik Pejabat Pimpinan SKK Migas, Kenali Sosoknya

Keberhasilan Asta Cita yang menjadi visi dan misi Presiden Prabowo Subianto perlu didukung ketersediaan SDM yang cukup dan andal. 

Read also:  Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, Kementerian ESDM bertugas untuk meningkatkan pengembangan sektor minyak dan gas bumi bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan bahan baku industri dalam negeri. 

Kementerian ESDM juga berfokus pada hilirisasi mineral dan batubara, sehingga dapat menjadi bahan baku dan barang jadi yang memiliki nilai tambah.

“Saya harap agar dapat terus meningkatkan kualitas PEP yang bergerak cepat bersama-sama bersama seluruh civitas akademika untuk berusaha mencapai target dengan memaksimalkan kemampuan teknis dan manajerial yang dimiliki. Tak lupa juga hubungan baik dengan stakeholder,” tutup Yuliot. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

Biaya dan Perizinan Jadi Tantangan Pengadaan Listrik Hijau bagi Industri Indonesia

Ecobiz.asia — Biaya listrik hijau dan kemudahan perizinan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam mengakses energi terbarukan di Indonesia. Survei terhadap...

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...