Jakarta Utara Hasilkan Sampah Lebih dari 1.300 Ton per Hari, Menteri LH: Harus jadi Perhatian Serius

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan Jakarta Utara wajib menjadi percontohan pengelolaan sampah nasional setelah timbulan sampah di wilayah pesisir itu menembus lebih dari 1.300 ton per hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif saat memimpin aksi bersih dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman dan Tempat Pelelangan Ikan Penjaringan, Senin (16/2/2026).

“Jakarta Utara memiliki timbulan sampah lebih dari 1.300 ton per hari. Ini harus menjadi perhatian serius dan menjadi contoh nasional bagaimana sampah dikelola dari sumbernya,” kata Hanif.

Read also:  Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Menurut Hanif, persoalan sampah di kawasan pesisir perkotaan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Pengurangan sampah harus dimulai dari rumah tangga, diperkuat dengan peran masyarakat, dukungan pemerintah daerah, serta pemanfaatan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif juga meninjau Bank Sampah Unit Women Federation di Jalan Marliana dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) MOA di Penjagalan, Penjaringan. Kedua fasilitas itu dinilai menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pemilahan hingga pengolahan.

Read also:  Pemerintah Dorong Penguatan Rantai Pasok EBT untuk Perkuat Kemandirian Energi

Selain itu, Menteri LH menyoroti keberadaan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan sebagai salah satu solusi percepatan penanganan sampah di Jakarta Utara. Namun, ia mengakui fasilitas tersebut masih memerlukan perbaikan.

“RDF di Rorotan sudah menjadi solusi, tetapi masih ada koreksi dari masyarakat sekitar. Ini harus menjadi perhatian bersama agar pengelolaannya semakin baik,” ujarnya.

Read also:  Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh melalui pengurangan dari sumber, peningkatan literasi publik, penerapan teknologi seperti RDF, serta penegakan hukum yang konsisten untuk melindungi lingkungan.

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menyatakan pemerintah kota siap menjalankan arahan pemerintah pusat dan mendukung penuh Gerakan Indonesia ASRI.

“Kami siap menjadikan Jakarta Utara sebagai kota yang aman, sehat, resik, dan indah. Dukungan dan arahan dari Menteri LH sangat penting bagi kami,” kata Hendra. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mengarahkan sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan untuk pemanfaatan yang lebih beragam, mulai dari pangan dan energi hingga hasil hutan...

KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan standar baku pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dari hulu hingga hilir, menyusul meningkatnya penggunaan perangkat...

APHI Dukung Prabowo Koreksi Regulasi Pembakaran Lahan

Ecobiz.asia - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso mendukung pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai perlunya mengoreksi regulasi yang masih membuka celah pembakaran...

Trenggalek Develops ‘Waste to Coin’ Scheme to Turn Waste into Economic Asset

Ecobiz.asia -- The Trenggalek regency administration in East Java is developing a “waste to coin” concept that seeks to turn household waste into an...

Bupati Trenggalek Ubah Sampah Jadi Bernilai Lewat Konsep Waste to Coin, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah dari beban pemerintah menjadi aset ekonomi melalui konsep Waste to Coin....

TOP STORIES

Indonesia Opens 5.67 Million Hectares of Forest for Food, Energy and Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia’s Ministry of Forestry has designated around 5.67 million hectares of forest areas for a broader range of uses, including food production,...

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...

PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services...

Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mengarahkan sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan untuk pemanfaatan yang lebih beragam, mulai dari pangan dan energi hingga hasil hutan...

KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan standar baku pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dari hulu hingga hilir, menyusul meningkatnya penggunaan perangkat...