INPEX, Sustainacraft, Dassa, dan Jaga Planet, Studi Kelayakan JCM Berbasis Alam di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Empat perusahaan dari Indonesia dan Jepang menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan studi kelayakan penerapan Joint Crediting Mechanism (JCM) berbasis Nature-based Solutions (NbS) di Indonesia.

Studi ini menandai langkah awal pengembangan proyek Wetland Restoration and Conservation (WRC) yang mendukung pengurangan emisi dan peningkatan serapan karbon lintas negara.

Kerja sama ini melibatkan INPEX Corporation dan Sustainacraft Inc. dari Jepang, serta PT Merdeka Sejahtera Persada (Dassa) dan PT Jaga Planet Indonesia dari Indonesia.

Read also:  Pengembangan SRUK Capai 90%, Registri Karbon Bakal Terintegrasi dengan Pasar Global

“Kolaborasi ini membuka peluang besar untuk membawa praktik terbaik internasional ke dalam mekanisme JCM,” ujar Sylviana Andhella, President Director PT Merdeka Sejahtera Persada (Dassa) dalam keteranganya, dikutip Kamis (16/10/2025).

“Kami memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam desain dan implementasi proyek karbon, dan berharap studi ini dapat memperkuat integrasi Nature-based Solutions dalam sistem kredit karbon bilateral,” kata dia.

Read also:  Fairatmos Soroti Tantangan Proyek Karbon Biru, Kembangkan Solusi Digital

Penandatanganan dilakukan secara bersamaan di Jakarta dan Tokyo pada 12 September 2025, dengan masa studi selama enam bulan.

Inisiatif ini menjadi upaya pertama untuk mengembangkan metodologi JCM khusus bagi proyek restorasi dan konservasi lahan basah, sektor yang selama ini belum tercakup dalam mekanisme kredit karbon JCM.

Studi akan berfokus pada penyusunan metodologi yang sesuai dengan kebijakan iklim nasional, standar Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat lokal.

Read also:  Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Jika studi kelayakan berhasil, para pihak akan menyusun perjanjian definitif yang mencakup mekanisme pembagian manfaat, prioritas investasi, dan peluang penjualan kredit karbon di pasar internasional.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam integrasi Nature-based Solutions ke dalam skema perdagangan karbon JCM, sekaligus mendukung pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia dan Jepang di bawah Paris Agreement. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

RI Undang Jepang Investasi Karbon Kehutanan, Skema JCM dan VCM

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mengundang Jepang untuk berinvestasi dalam ekonomi karbon sektor kehutanan sebagai bagian dari penguatan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dalam menghadapi...

Fairatmos Soroti Tantangan Proyek Karbon Biru, Kembangkan Solusi Digital

Ecobiz.asia – Pengembang proyek dan pemilik aset di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan proyek karbon biru, terutama pada tahap awal penilaian dan...

Pengembangan SRUK Capai 90%, Registri Karbon Bakal Terintegrasi dengan Pasar Global

Ecobiz.asia – Pengembangan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) telah mencapai sekitar 90% dan akan segera memasuki tahap uji coba. Pemerintah menekankan bahwa sistem ini...

KKP dan Fairatmos Kaji Potensi Proyek Percontohan Karbon Biru di Jawa Tengah

Ecobiz.asia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Fairatmos tengah mengkaji potensi pengembangan proyek percontohan karbon biru di Jawa Tengah, sebagai bagian...

Indonesia Uji Coba Model Data Karbon G20, Perkuat Transparansi Pasar

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia akan menguji coba model data karbon yang didukung G20 guna memperkuat transparansi dan standardisasi pasar karbon nasional, sekaligus menjadi negara...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...