Forum Ekonomi Restoratif Kunstkring Dialogue Dimulai, Bahas Energi Bersih hingga Kepemimpinan Perempuan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Upaya membangun ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memulihkan lingkungan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama Kunstkring Dialogue, forum ekonomi restoratif yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan komunitas adat untuk merumuskan solusi pembangunan berkelanjutan.

Forum yang digelar di Tugu Kunstkring Paleis itu akan mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari ekonomi restoratif, energi terbarukan, pariwisata berkesadaran (conscious tourism), hingga kepemimpinan perempuan dalam konservasi dan pembangunan ekonomi desa.

Kunstkring Dialogue yang digelar di Jakarta pada 24–26 Juni 2026 dibuka dengan kegiatan Ambassadors’ Dinner pada Selasa (23/6/2026) malam, yang dihadiri lima duta besar negara sahabat sekaligus menjadi bagian dari pameran wastra Nusa Tenggara Timur (NTT) bertajuk Weaving Wonders.

Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Monica Tanuhandaru, mengatakan Kunstkring Dialogue dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk merumuskan langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan masyarakat pedesaan.

Read also:  Indonesia Siap Pimpin Tata Kelola Gambut Tropis Dunia, Usulkan Penguatan ITPC

“Kalau pada pameran Weaving Wonders kita tampilkan betapa tangguhnya perempuan NTT dalam menghadapi berbagai tantangan—kemiskinan, kurangnya akses pendidikan, stunting, dan kekerasan rumah tangga. Bahkan saat menghadapi tantangan berlapis seperti itu mereka tetap mampu menghasilkan karya-karya indah. Maka pada Kunstkring Dialogue, kita menyusun langkah bersama banyak pihak untuk berkolaborasi mendampingi dan bekerja bersama para perempuan ini,” ujar Monica.

Kunstkring Dialogue merupakan kolaborasi Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Penabulu-Oxfam, dan Yayasan Uma Nusantara. Ketiga organisasi tersebut selama ini mendampingi masyarakat di berbagai wilayah pedesaan NTT melalui program pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan konservasi lingkungan.

Read also:  Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Forum ini juga dihadiri sejumlah wakil menteri, akademisi, praktisi, serta perwakilan komunitas adat untuk membahas berbagai model pembangunan yang mengedepankan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Menjelang pembukaan forum, para tamu mengikuti jamuan makan malam yang menyajikan kuliner tradisional NTT. Salah satu menu yang menarik perhatian para duta besar adalah Fate Peri, ulat bambu khas Bajawa, Flores, yang diolah secara tradisional.

“Saya mencobanya dan rasanya memang unik, tetapi memang lezat,” ujar Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng.

Sementara Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, memuji hidangan yang disiapkan para Mama Wogo, kelompok perempuan dari kampung adat di Bajawa yang aktif mengembangkan konservasi bambu, kebun pangan perempuan, serta pelestarian kuliner lokal.

Read also:  Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

“Untuk para Mama Wogo yang telah menyiapkan hidangan ini hanya ada satu kata: rasanya mantul,” ujarnya dalam bahasa Indonesia.

Jamuan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta Duta Besar Mesir, Jerman, Italia, dan perwakilan Kedutaan Besar Slovakia.

Menurut Veronica Tan, kehadiran para duta besar diharapkan dapat memperluas dukungan internasional bagi perempuan-perempuan pengrajin dan pelaku ekonomi lokal di NTT.

“Kehadiran para duta besar ini merupakan upaya kita untuk memperluas jaringan dukungan bagi para mama dan membuka jalan untuk membawa karya-karya mereka ke dunia internasional,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Jombang Jadi Contoh

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dari sistem kumpul-angkut-buang menuju ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai...

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50% (B50) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Pemerintah mengklaim implementasi...

TOP STORIES

Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 900 mangrove dan 100 durian di Desa Bunyu Selatan,...

Indonesia Prepares Hydrogen-Diesel Bus Pilot to Advance Clean Transport

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to pilot a Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) bus as part of its efforts to introduce hydrogen into the...

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

Pemerintah Siapkan Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel, Target Diluncurkan di GHES 2026

Ecobiz.asia – Pemerintah mulai menyiapkan uji coba bus berbahan bakar campuran hidrogen dan solar (Hydrogen-Diesel Dual Fuel/H2 DDF) sebagai langkah awal penerapan hidrogen di...

Champion Tidak Dilahirkan tapi Dibentuk, Mengapa Keteladanan Menjadi Investasi Terbesar dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Oleh: Diah Y. Suradiredja (Founder of Natural Resources Development Center) Tulisan ini disusun sebagai sebuah Thought Leadership Paper, bukan sebagai artikel populer maupun kajian akademik yang...