Ecobiz.asia — Pemerintah Inggris meluncurkan program Climate Finance Accelerator (CFA) di Indonesia dan membuka pendaftaran proposal bagi bisnis rendah karbon yang siap memasuki tahap pembiayaan.
Program ini menjadi bagian dari dukungan Inggris terhadap pencapaian Nationally Determined Contribution Indonesia dan target net zero pada 2060.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan CFA merupakan inisiatif pendanaan iklim yang dirancang untuk memperkuat kesiapan proyek dan mempertemukan pengembang dengan investor yang fokus pada dampak iklim.
“Climate Finance Accelerator telah mendukung lebih dari 200 bisnis di seluruh dunia dan membuka lebih dari 400 juta dolar AS dalam kesepakatan investasi,” kata Dominic saat peluncuran resmi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Senin (2/2/2026).
“Saya senang bahwa program yang sangat sukses ini kini hadir dan meluncurkan siklus pertamanya di Indonesia. Kami memahami bahwa bisnis-bisnis iklim yang tengah mencari pembiayaan dapat menghadapi tantangan untuk menjadi layak menerima investasi.”
Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra penting Inggris dalam aksi iklim global. “Indonesia adalah pemain utama dengan para pengusaha iklim yang berbakat. Kami berharap dapat memberikan dukungan kepada para pelaku bisnis yang terpilih untuk mendapatkan investasi,” katanya.
Menurut Dominic, peluncuran CFA Indonesia menjadi tonggak lanjutan setelah pengumuman Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prabowo Subianto di London.
“Kemitraan ini kembali ditegaskan melalui akselerator yang memberi manfaat bagi inovator di Indonesia serta investor Inggris dan global, mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kerja sama iklim dan pembiayaan berkelanjutan. CFA menjadi contoh nyata perwujudan visi tersebut,” ujarnya.
Program CFA Indonesia diimplementasikan oleh PwC Consulting Indonesia. Presiden Direktur PwC Consulting Indonesia Martijn Peeters menyatakan bahwa program ini bertujuan memperkuat kredibilitas proyek iklim melalui peningkatan kesiapan investasi dan penyediaan kerangka tata kelola yang lebih kuat.
CFA merupakan program bantuan teknis global yang bertujuan mendukung implementasi Nationally Determined Contribution Indonesia dan ambisi mencapai net zero pada 2060. Dengan kebutuhan pembiayaan iklim yang diperkirakan mencapai 472,6 miliar dolar AS, Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara untuk investasi rendah karbon.
Program ini menghubungkan bisnis inovatif dengan investor yang mencari peluang investasi selaras tujuan iklim, memiliki fokus pada sektor energi, limbah, pertanian, transportasi, proses industri dan penggunaan produk, serta kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.
CFA membantu menjembatani kesiapan teknis dan kelayakan finansial proyek guna menghasilkan pipeline investasi yang terukur dan dapat diimplementasikan.
Call for proposals CFA Indonesia dibuka mulai 2 Februari hingga 9 Maret 2026 dengan persyaratan kebutuhan investasi minimum 3 juta dolar AS.
Bisnis yang lolos seleksi akan mengikuti program pendampingan selama tiga hingga empat bulan, mencakup sesi kelompok dan konsultasi individual dengan pakar keuangan, teknis, serta kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi. Sekitar sepuluh bisnis akan dipilih dalam siklus pertama. ***




