PHE Gandeng SK Group, ExxonMobil, dan POSCO Kembangkan CCS Lintas Negara

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra global, yakni SK Group bersama ExxonMobil, serta POSCO International.

Penandatanganan MoU PHE dengan SK Group dan ExxonMobil dilakukan oleh Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Ltd. Egon E Van Der Hoeven, President SK Innovation Co., Ltd. Jong Soo Lee, serta President & CEO SK earthon Co., Ltd. Seong Myeong.

Sementara itu, MoU antara PHE dan POSCO International ditandatangani oleh Whisnu Bahriansyah dan CEO POSCO International Kye-In Lee, serta disaksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Wakil Direktur Utama Oki Muraza.

Read also:  Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600 untuk Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi PHE untuk memperkuat portofolio hulu migas, memperluas kolaborasi teknologi, serta mendorong pengembangan solusi dekarbonisasi, termasuk Carbon Capture and Storage (CCS).

Whisnu mengatakan kemitraan global tersebut penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat transformasi perusahaan menuju entitas energi kelas dunia.

“Kerja sama ini membuka peluang penguatan kapabilitas teknis, pertumbuhan anorganik, serta percepatan pengembangan teknologi rendah karbon melalui kolaborasi dengan mitra global,” ujarnya usai penandatanganan pada Forum Bisnis Indonesia–Korea di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026).

Read also:  PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Dalam kerja sama dengan SK Group dan ExxonMobil, PHE menjajaki kolaborasi di sektor hulu migas, termasuk pengembangan aset, peningkatan kinerja operasi, serta pengembangan teknologi energi. Kolaborasi ini juga mencakup peluang pengembangan CCS lintas batas Indonesia–Korea Selatan, termasuk rantai nilai CCS regional yang memanfaatkan kapasitas penyimpanan karbon Indonesia dan kebutuhan dekarbonisasi industri Korea Selatan.

Read also:  ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Sementara itu, kerja sama dengan POSCO International mencakup identifikasi peluang bisnis hulu, pengembangan aset migas domestik dan internasional, serta pengembangan teknologi melalui knowledge sharing, studi bersama, dan kajian teknis maupun komersial.

PHE dan POSCO International juga menjajaki pengembangan CCS, termasuk potensi pembangunan CCS hub di Indonesia. Kedua pihak turut menyepakati perpanjangan masa berlaku MoU hingga 31 Maret 2028.

Seluruh kesepakatan ini merupakan kerangka awal yang menjadi dasar studi dan diskusi lanjutan serta belum mengikat secara komersial. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan...

ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Ecobiz.asia — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Pembangkit...

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

TOP STORIES

Indonesia Stock Exchange Launches Green Equity Designation

Ecobiz.asia — The Indonesia Stock Exchange (IDX) has launched the IDX Green Equity Designation, a new classification for listed companies whose business activities meet...

CIX, Carbonplace Plan Merger to Build Global Environmental Markets Infrastructure

Ecobiz.asia — Singapore-based environmental markets exchange Climate Impact X (CIX) and London-based carbon portfolio management and trading platform Carbonplace plan to merge, combining trading,...

CIP, Blueyou Team Up to Develop Indonesia Blue Carbon Projects

Ecobiz.asia – Climate Investment Partners (CIP), a global developer of nature-based climate solutions, and sustainable seafood company Blueyou have signed a strategic memorandum of...

Pertamina Hulu Indonesia Perkuat Konservasi Orang Utan untuk Dukung Keberlanjutan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan melalui dukungan terhadap program rehabilitasi orang utan dan pemulihan...

BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, Dorong Transparansi dan Pembiayaan Ekonomi Hijau

Ecobiz.asia – Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan IDX Green Equity Designation untuk memberikan penetapan khusus bagi saham perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria aktivitas ekonomi...