KKP dan Fairatmos Kaji Potensi Proyek Percontohan Karbon Biru di Jawa Tengah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Fairatmos tengah mengkaji potensi pengembangan proyek percontohan karbon biru di Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan skala restorasi mangrove menjadi proyek karbon yang layak investasi.

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, mengatakan proyek tersebut saat ini berada pada tahap penilaian awal (eligibility assessment) yang difokuskan pada perhitungan potensi karbon serta kelayakan proyek.

“Kami bekerja sama dengan Fairatmos untuk menghitung potensi proyek karbon biru di Jawa Tengah, khususnya di wilayah pesisir utara,” ujar Amehr dalam webinar Atmos Talk yang diselenggarakan Fairatmos, Kamis (26/3/2026).

Proyek percontohan ini direncanakan mencakup klaster di 16 kabupaten/kota, dengan target penanaman hingga 60 juta pohon mangrove serta melibatkan sekitar 6.000 masyarakat pesisir.

Read also:  Pangkas Emisi Karbon, PLN Gandeng MRT Jakarta dan Transjakarta Kampanyekan Transportasi Publik Listrik

Hasil kajian awal menunjukkan proyek ini berpotensi menghasilkan hingga 17,4 juta kredit karbon, dengan estimasi produksi tahunan sekitar 138.000 unit karbon terverifikasi.

Amehr menambahkan, lokasi di Jawa Tengah tersebut juga tengah diusulkan untuk ditetapkan secara resmi sebagai kawasan ekosistem karbon biru, guna memberikan kepastian hukum dan mendukung implementasi proyek.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pengembangan proyek karbon biru berbasis kerangka penataan ruang laut. KKP saat ini juga tengah merevisi peta jalan (roadmap) karbon biru untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru terkait nilai ekonomi karbon.

Penataan ruang laut menjadi instrumen kunci dalam pendekatan ini, terutama untuk memastikan kejelasan ruang, alokasi zonasi, serta kepastian tenurial bagi proyek karbon biru.

Read also:  PLN Indonesia Power Gandeng DevvStream Kelola Kredit Karbon Portofolio PLTS

“Kami tidak hanya berbicara tentang konservasi, tetapi juga pembangunan pesisir yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” kata Amehr.

Indonesia telah mengidentifikasi 18 lokasi indikatif cadangan karbon biru dalam rencana tata ruang laut nasional dan provinsi, yang membuka peluang kerja sama dengan kementerian/lembaga maupun sektor swasta.

Secara keseluruhan, Indonesia diperkirakan memiliki potensi karbon biru sekitar 1,3 juta hektare, mencakup ekosistem mangrove dan lamun. Namun, persoalan tenurial dan tumpang tindih status lahan masih menjadi tantangan utama, terutama untuk kawasan mangrove di luar kawasan hutan.

Untuk mengatasi hal tersebut, KKP memperkuat kerangka regulasi, termasuk pedoman penataan ruang laut dan perizinan pemanfaatan ruang laut, guna memastikan kepastian hukum dan kepatuhan proyek karbon.

Read also:  Proyek PLTS Terapung Patungan PLN-ACWA Power Tersendat Izin Penggunaan Kawasan Hutan

Amehr menekankan bahwa zonasi yang efektif dan penerapan safeguard menjadi kunci untuk menjamin perlindungan lingkungan, partisipasi masyarakat, serta pembagian manfaat yang adil dari pembiayaan karbon.

Webinar tersebut menghadirkan pembicara Amehr Hakim dari KKP, Fajar Nuradi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Edwin Hartanto, Head of Carbon Trading Development Bursa Efek Indonesia.

Diskusi panel menghadirkan Rich Gilmore (CEO Carbon Growth Partners), Grace Yanti P. (Vice Director YAGASU), dan Aruna Pradipta (Chief Commercial and Operating Officer Fairatmos), dengan moderator Natalia Rialucky, CEO Fairatmos. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...

PLN EPI Pilih Blue Carbon Mangrove untuk Dekarbonisasi dan Ketahanan Energi Pesisir

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan dengan mendorong pengembangan ekosistem blue carbon berbasis...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...