Indonesia Uji Coba Model Data Karbon G20, Perkuat Transparansi Pasar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia akan menguji coba model data karbon yang didukung G20 guna memperkuat transparansi dan standardisasi pasar karbon nasional, sekaligus menjadi negara pertama yang secara terbuka mengimplementasikan kerangka tersebut dalam sistem domestik.

Uji coba ini dilakukan melalui kerja sama dengan Climate Data Steering Committee (CDSC) dan akan diintegrasikan ke dalam pengembangan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan langkah tersebut mencerminkan ambisi Indonesia membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang selaras dengan standar global.

Read also:  OJK Revisi Aturan Perdagangan Karbon, Target Rampung Juni 2026

“Dengan menguji coba model data ini, Indonesia memastikan keselarasan dengan praktik terbaik internasional sekaligus memperkuat transparansi dan membuka peluang pembangunan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (18/3/2026).

Model yang diuji, Common Carbon Credit Data Model, dikembangkan di bawah G20 Sustainable Finance Working Group untuk meningkatkan keterbandingan, transparansi, dan interoperabilitas data kredit karbon lintas pasar.

Ketua CDSC Mary Schapiro menilai partisipasi Indonesia menjadi langkah penting dalam mendorong implementasi standar global pada tingkat nasional.

Read also:  Singapura–Filipina Teken Kesepakatan Kredit Karbon Pertama di Bawah Pasal 6 Perjanjian Paris

“Ini menunjukkan bagaimana praktik terbaik global dapat diterapkan secara konkret serta mendukung ketersediaan data iklim berkualitas tinggi,” katanya.

Selama ini, pasar karbon global menghadapi tantangan utama berupa fragmentasi dan kurangnya standardisasi data, yang menghambat transparansi serta kepercayaan pasar. Model ini menghadirkan kerangka pencatatan data yang seragam sepanjang siklus kredit karbon, mulai dari penerbitan hingga pensiun.

Selain itu, sistem ini memperkenalkan mekanisme pelacakan yang konsisten, termasuk penggunaan identitas unik untuk setiap unit karbon, guna mencegah penghitungan ganda (double counting) serta mempermudah proses uji tuntas.

Read also:  Hidupkan Perdagangan Karbon, Kemenhut Kerja Bak 'Roro Jongrang' Sosialisasikan Permenhut 6/2026

Uji coba di Indonesia akan menguji penerapan model tersebut dalam sistem registri nasional sekaligus membuka peluang interoperabilitas dengan pasar karbon internasional.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Indonesia memposisikan diri sebagai pusat perdagangan karbon berintegritas tinggi di tingkat global, sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi dan transformasi ekonomi rendah karbon.

Inisiatif pilot ini pertama kali diumumkan dalam COP30 Business and Finance Forum di São Paulo pada 2025, dan telah menarik minat lebih dari 35 yurisdiksi serta pelaku sektor swasta. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Norwegia Siap Bayar RBC Tahap V Pengurangan Emisi Karbon Hutan Indonesia

Ecobiz.asia - Pemerintah Norwegia menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan dengan Indonesia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) serta siap...

Bank Dunia: Nilai Ekonomi Karbon Cakup Hampir Sepertiga Emisi Global, Negara Berkembang Agresif

Ecobiz.asia – Mekanisme Nilai Ekonomi Karbon yang diterapkan secara langsung (direct carbon pricing) kini mencakup hampir sepertiga emisi gas rumah kaca global, sementara pendapatan...

Riau Tawari Proyek Karbon Hutan Masuk Skema Nesting, Ada Tiga Skenario

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempercepat proses nesting atau integrasi proyek karbon berbasis yurisdiksi sebagai bagian dari pengembangan ekonomi karbon nasional yang tengah...

Pasar Serap 5.202 Ton Kredit Karbon PalmCo, Pembeli Individu Meningkat

Ecobiz.asia – Partisipasi masyarakat dalam perdagangan karbon menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025. Melalui platform IDX Carbon dan PTPN Carbon Hub, publik tercatat membeli 5.202...

ASEAN Common Carbon Framework Perkuat Koordinasi Pasar Karbon Regional

Ecobiz.asia – ASEAN Common Carbon Framework (ACCF) terus memperkuat koordinasi pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi di Asia Tenggara dan mulai bergerak menuju implementasi praktis...

TOP STORIES

Direct Carbon Pricing Now Covers Nearly One-Third of Global Emissions: World Bank

Ecobiz.asia — Direct carbon pricing mechanisms now cover nearly one-third of global greenhouse gas emissions, while revenues generated from carbon pricing have surpassed US$107...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

Indonesia, Norway Advance Fifth REDD+ Payment Under Agreed MRV Protocol

Ecobiz.asia — Norway has reaffirmed its commitment to strengthening its climate and forestry partnership with Indonesia and is preparing to disburse the fifth phase...

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...