IDXCarbon Eksplorasi Konektivitas dengan Bursa Global, Perluas Akses Pasar Karbon Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesia Stock Exchange (IDX) melalui platform bursa karbonnya, IDXCarbon, tengah menjajaki konektivitas dengan bursa karbon global untuk membuka jalur perdagangan lintas pasar dan memperluas akses kredit karbon Indonesia ke tingkat internasional.

Penjelasan tersebut disampaikan Head of Business Development 2 Division IDX, Ignatius Denny Wicaksono, dalam sesi Indonesia’s Carbon Market Outlook pada Global Carbon Summit Indonesia 2025 yang diselenggarakan Ecobiz Asia di Jakarta, 26–27 November 2025.

Denny mengatakan IDXCarbon kini memasuki fase penting, di mana kolaborasi dengan bursa internasional seperti Climate Impact X (CIX) Singapura mulai dieksplorasi. Langkah ini diharapkan menciptakan interoperabilitas antarbursa sehingga kredit karbon cukup dicatatkan di Indonesia, namun dapat diperdagangkan secara lebih luas melalui jaringan perdagangan lintas negara.

“Kami tengah mengeksplorasi konektivitas dan interoperabilitas dengan bursa karbon global. Dengan kerja sama ini, kredit karbon Indonesia bisa memiliki jalur perdagangan yang lebih besar dan lebih mudah diakses pasar internasional,” ujar Denny.

Read also:  KLH Hidupkan Kembali Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon, Perkuat Sinergi Aksi Iklim Nasional

Sejak diluncurkan pada 2023, IDXCarbon mencatat total perdagangan 1,6 juta ton CO₂e, angka yang dinilai tinggi mengingat Indonesia belum memiliki pasar wajib (compliance market).

Mayoritas transaksi terjadi di pasar sukarela, namun volume serta pelibatan pelaku meningkat signifikan. Hingga November 2025, jumlah pengguna tercatat mencapai 144 pihak, tetapi penerima manfaat atau beneficiaries hampir menyentuh 2.000 entitas mulai dari individu, perusahaan, hingga penyelenggara acara yang melakukan offsetting untuk beragam aktivitas, termasuk perjalanan dan festival budaya.

Menurut Denny, dinamika ini menegaskan pentingnya keberadaan bursa karbon dalam memperluas akses masyarakat ke mekanisme pengimbangan emisi. Transparansi harga dan efisiensi biaya menjadi faktor pendorong. Biaya transaksi IDXCarbon hanya 0,11%, jauh lebih rendah dari pola perdagangan langsung antarpihak (B2B) yang bisa memakan komisi 10–30%. Sistem bursa juga memangkas kebutuhan perjanjian bilateral karena perdagangan dan clearing dilakukan otomatis dalam satu platform.

Read also:  Bank Dunia: Nilai Ekonomi Karbon Cakup Hampir Sepertiga Emisi Global, Negara Berkembang Agresif

IDXCarbon juga menerapkan sistem blockchain privat untuk meminimalkan risiko double counting, dan terhubung langsung dengan Sistem Registri Nasional (SRN) Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga pengguna dapat mengelola kredit karbon tanpa perlu membuka akun registry terpisah.

Denny menyebut pembeli internasional semakin aktif masuk ke pasar Indonesia. Mereka dapat bertransaksi secara langsung sebagai pengguna IDXCarbon, memanfaatkan entitas anak di Indonesia, atau menggunakan perantara dari pengguna lokal.

Ke depan, jika integrasi dengan bursa global terwujud, mekanisme transaksi antar-bursa akan menjadi opsi baru yang memperluas jangkauan perdagangan karbon Indonesia.

Dalam paparannya, Denny juga menyinggung peran IDX sebagai pengelola pasar modal nasional yang mendorong emiten untuk menghitung, mengungkapkan, dan mengurangi emisi.

Read also:  Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Lebih dari 70% pembeli kredit karbon di IDXCarbon berasal dari perusahaan tercatat yang menjalankan komitmen dekarbonisasi. Bursa menyediakan berbagai dukungan, mulai dari net-zero incubator, pelatihan pelaporan emisi, hingga instrumen pembiayaan hijau.

Denny mengungkapkan bahwa IDXCarbon kini memasarkan 41 proyek karbon aktif dan memiliki pipeline sekitar 90 juta ton CO₂e dari proyek-proyek yang sedang menuju tahap penerbitan. Seluruh proyek tersebut dapat diakses melalui kanal peminatan resmi IDXCarbon.

“Indonesia memiliki potensi kredit karbon terbesar di dunia. IDXCarbon berupaya memastikan seluruh potensi itu dapat dipasarkan secara transparan, aman, dan efisien, agar semakin banyak pelaku global terlibat dalam mendukung transisi hijau Indonesia,” ujar Denny. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat sekitar 120 proyek karbon sektor energi yang berada di pipeline perdagangan karbon nasional...

KLH Hidupkan Kembali Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon, Perkuat Sinergi Aksi Iklim Nasional

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghidupkan kembali Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK) sebagai pusat sinergi multipihak untuk...

Diminati Investor Korea, KLH Buka Peluang Pemanfaatan Metana di TPA Sampah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membuka peluang pengembangan proyek penurunan emisi metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai bagian...

KLH Siapkan UU Keadilan Iklim, Pastikan Manfaat Perdagangan Karbon untuk Masyarakat Adat dan Desa

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan Undang-Undang Keadilan Iklim untuk memastikan manfaat perdagangan karbon tidak hanya dinikmati pelaku usaha, tetapi...

TOP STORIES

Indonesia Advances Energy Carbon Market With 120 Projects in Pipeline

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources is preparing to accelerate the country’s carbon market development after identifying around 120 energy-sector carbon...

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

PLN Nusantara Power Perkuat Kompetensi SDM Ketenagalistrikan, Learning Center Boiler USC Jawa 7 Resmi Beroperasi

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat perannya sebagai penggerak transformasi sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan...