Fairatmos dan South Pole Teken LoI Jual Beli Kredit Karbon Proyek Muara Teweh di COP30

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Perusahaan climate-tech Indonesia, Fairatmos, dan penyedia solusi iklim global South Pole menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pembelian kredit karbon dari Muara Teweh Conservation (MTC) Project pada sesi Seller Meet Buyer di Paviliun Indonesia, COP30 UNFCCC Belém, Brasil, Senin (17/11/2025).

Penandatanganan tersebut menandai penguatan minat internasional terhadap proyek karbon berbasis alam (nature-based solutions) berintegritas tinggi dari Indonesia, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek pasar karbon nasional.

Read also:  Cegah Banjir, Kemenhut Dorong Rehabilitasi Lahan Kritis dengan Skema Pasar Karbon

Natalia Rialucky, CEO dan Founder Fairatmos, mengatakan LoI ini menjadi sinyal positif bagi para pengembang proyek dan investor.

“Kesepakatan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap proyek berkualitas tinggi benar-benar ada, dan bahwa sektor tata guna lahan berkelanjutan di Indonesia layak diinvestasikan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Natalia menjelaskan skala dan ambisi MTC Project, lanskap hutan seluas lebih dari 250.000 hektare di Kalimantan Tengah yang tengah bertransisi dari aktivitas pembalakan menuju skema Improved Forest Management dan Afforestation, Reforestation and Revegetation (ARR).

Read also:  EcoSecurities Dukung Inisiatif Indonesia–Inggris Kembangkan Pasar Karbon Berintegritas Tinggi

Proyek tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan lebih dari 27 juta ton CO₂e pengurangan emisi selama periode kredit, sekaligus melindungi kawasan hutan dan memulihkan area terdegradasi.

South Pole menyatakan komitmennya membeli unit pengurangan emisi terverifikasi dari proyek tersebut sebagai upaya menyalurkan pembiayaan karbon internasional dan memperkuat aksi iklim.

“South Pole bangga dapat bermitra dengan Fairatmos dalam mendukung solusi berbasis alam di Indonesia,” kata Lucila Serra, Regional Associate Director for Policy & Strategy South Pole.

Read also:  Kemenhut Tegaskan Kepastian Hukum Pasar Karbon di Global Carbon Summit Indonesia 2025

“Pasar karbon berintegritas tinggi sangat penting untuk meningkatkan investasi yang berdampak langsung di lapangan. Proyek Muara Teweh menawarkan manfaat besar bagi biodiversitas dan komunitas adat.”. ***

TOP STORIES

MORE ARTICLES

PGE Kaji Pembangunan Data Center Rendah Karbon Berbasis Panas Bumi Pertama di Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mulai mengkaji peluang pengembangan green data center berbasis energi panas bumi, yang diklaim berpotensi...

Rekind-Carbon Clean Teken MoU Hadirkan CycloneCC, Teknologi Penangkap Karbon Berbiaya Rendah di Indonesia

Ecobiz.asia — PT Rekayasa Industri (Rekind) menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi asal Inggris, Carbon Clean, untuk menghadirkan dan mengembangkan CycloneCC, sistem penangkapan karbon...

Di Panggung CDC 2025, Indonesia Dapat Dukungan Global untuk Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi

Ecobiz.asia — Indonesia memperoleh dukungan kuat dari berbagai negara dalam upaya membangun pasar karbon yang kredibel, inklusif, dan berintegritas tinggi. Dukungan tersebut mengemuka pada...

Carbon Youth Challenge Buka Jalan Generasi Muda Masuki Ekonomi Karbon, Ini Dia Pemenangnya!

Ecobiz.asia — Carbon Youth Challenge (CYC) 2025 mendorong keterlibatan generasi muda dalam inovasi iklim melalui proyek-proyek karbon berbasis teknologi dan solusi keberlanjutan. Program yang digagas...

EcoSecurities Dukung Inisiatif Indonesia–Inggris Kembangkan Pasar Karbon Berintegritas Tinggi

Ecobiz.asia – EcoSecurities memperoleh kontrak bantuan teknis di bawah program UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transitions) untuk membantu Indonesia memperkuat infrastruktur dan tata...

TOP STORIES

PGE Explores Indonesia’s First Geothermal-Powered Green Low Carbon Data Center

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) has begun assessing the feasibility of developing Indonesia’s first green data center powered by...

PGE Kaji Pembangunan Data Center Rendah Karbon Berbasis Panas Bumi Pertama di Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mulai mengkaji peluang pengembangan green data center berbasis energi panas bumi, yang diklaim berpotensi...

Rekind-Carbon Clean Teken MoU Hadirkan CycloneCC, Teknologi Penangkap Karbon Berbiaya Rendah di Indonesia

Ecobiz.asia — PT Rekayasa Industri (Rekind) menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi asal Inggris, Carbon Clean, untuk menghadirkan dan mengembangkan CycloneCC, sistem penangkapan karbon...

Kemenhut-WCS Perkuat Komitmen Konservasi Keanekaragaman Hayati, Terobosan Pendanaan Jadi Sorotan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Wildlife Conservation Society (WCS) kembali memperkuat kerja sama dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of...

Santi Energi Hijau Gandeng Pemkab Sumba Timur Kembangkan Bioenergi Malapari

Ecobiz.asia - PT Santi Energi Hijau dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penelitian dan pengembangan Pongamia pinnata (Malapari) di...