Ekspor Listrik Hijau Indonesia, Vanda RE Kantongi Lisensi dari EMA Singapura

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Vanda RE Pte Ltd, perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Gurīn Energy Pte Ltd, telah mengantongi Lisensi Bersyarat (Conditional Licence) dari Otoritas Pasar Energi (Energy Market Authority/EMA) Singapura untuk menyediakan listrik hijau ke Negara itu.

Conditional Licence diberikan kepada Vanda RE atas kelayakan teknis dan komersial dari proyek penyediaan listrik hijau Vanda serta kemampuannya untuk memenuhi persyaratan di Singapura maupun di Indonesia, lokasi sumber penyediaan listrik hijau.

Assaad Razzouk, Chief Executive Officer, Gurīn Energy, mengatakan Conditional Licence ini adalah bukti nyata dari langkah maju Vanda RE, sejak mendapatkan Conditional Approval tahun lalu. 

Read also:  Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Baca juga: RI Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Luhut: Menguntungkan Bagi Kedua Negara

“Saya sangat senang bahwa minggu ini, kami telah menandatangani framework supply agreement dengan Trinasolar, pemimpin global dalam solusi fotovoltaik pintar dan penyimpanan energi, untuk 1,2 GW modul canggih untuk proyek kami; dan memperoleh Conditional Licence dari EMA, tonggak penting yang mendorong pengembangan Proyek Vanda Solar & Battery ke depan untuk memasok 100% energi terbarukan ke Singapura pada tahun 2028,” katanya dalam pernyataannya, Selasa 10 September 2024.

Read also:  PHR Raih Gold Award EPSA 2026 melalui Inovasi Bioremediasi Ramah Lingkungan

Vanda RE sebelumnya telah menjalin kesepakatan besar dengan produsen panel surya terkemuka untuk memasok 1,2 GW panel fotovoltaik surya mutakhir untuk Proyek Vanda Solar & Battery.

Proyek Vanda Solar & Battery adalah proyek pengembangan tenaga surya dan penyimpanan energi berskala utilitas, yang didukung oleh 2.000 MW kapasitas terpasang fotovoltaik (PV) surya dan 4.400 MWh penyimpanan baterai, yang menjadikannya sebagai salah satu rencana proyek terbesar di dunia. 

Read also:  MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Baca juga: Aturan Ekspor Pasir Laut: Harus Kantongi Rekomendasi KKP, Punya IUP dari Kementerian ESDM

Saat tahap operasional dimulai pada tahun 2028, proyek tersebut akan memasok Singapura dengan 300 MW listrik tanpa gangguan dan tanpa emisi, 390.000 rumah tangga di Singapura setiap tahunnya. 

Proyek ini merupakan bagian dari rencana bersama antara pemerintah Indonesia dan Singapura untuk membangun koridor perdagangan listrik ramah lingkungan antara kedua negara. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi asal Italia, Ente Nazionale Idrocarburi (Eni), menjajaki penguatan kerja sama di sektor hulu dan hilir energi,...

PLN-Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di...

Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

TOP STORIES

NCI, Infini Asia Launch FIST 1.0 to Strengthen Data Management for Nature-Based Solutions

Ecobiz.asia – Nusantara Climate Initiative (NCI), in collaboration with PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia), has officially launched the Forest Integrated System for Transparency...

IDX Proposes Lower Non-Tax State Levy to Boost Carbon Trading on IDXCarbon

Ecobiz.asia – The Indonesia Stock Exchange (IDX) is preparing a proposal for an incentive and disincentive scheme to encourage companies to trade carbon units...

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Ecobiz.asia — Nusantara Climate Initiative (NCI) bersama PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia) meluncurkan Forest Integrated System for Transparency (FIST) Version 1.0, platform digital...