Eastspring Indonesia Gandeng WWF Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Eastspring Investments Indonesia menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia untuk mendukung pemulihan lingkungan dan komunitas terdampak bencana di Sumatra melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Eastspring Peduli Sumatra.

Kolaborasi tersebut diumumkan di Jakarta, Selasa (21/1/2026), sebagai respons atas banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada November 2025 lalu dan menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan, hutan, serta kehidupan masyarakat.

CEO Eastspring Indonesia Sulystari mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Read also:  PLN Nusantara Power Teken JDSA dengan Geo Dipa untuk Retrofit PLTP Dieng 1 dan Green Hydrogen

“Melalui program Eastspring Peduli Sumatra, kami mengajak publik berpartisipasi dalam program kemanusiaan dengan berinvestasi pada Reksa Dana Eastspring Indonesia selama periode Februari hingga Maret 2026,” ujar Sulystari.

Ia menjelaskan, sebagian pendapatan perusahaan yang diperoleh dari dana investasi tersebut akan didonasikan kepada WWF Indonesia.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pemulihan pascabencana, mulai dari revitalisasi jembatan, pembersihan fasilitas pendidikan, restorasi ekosistem, hingga bantuan bagi komunitas terdampak di sejumlah wilayah Sumatra.

Read also:  Diminati Filipina, Teknologi Panas Bumi Flow2Max PGE Menuju Pasar Global

Eastspring Indonesia berharap program ini dapat menjadi pemicu bagi inisiatif kemanusiaan berkelanjutan lainnya, sekaligus menginspirasi industri keuangan untuk berperan lebih aktif dalam mendukung pemulihan lingkungan dan ketangguhan masyarakat pascabencana.

Direktur Partnership WWF Indonesia Rusyda Deli menyatakan, WWF telah merespons bencana sejak fase awal dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.

Read also:  PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

“Hingga saat ini, sekitar 150 ton bantuan logistik telah disalurkan ke hampir 50 desa, mencakup kebutuhan dasar, penerangan, serta dukungan komunikasi,” kata Rusyda.

Ia menambahkan, selain bantuan kemanusiaan, pemulihan ekosistem pascabencana menjadi agenda penting agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Eastspring Indonesia, WWF berharap upaya pemulihan di wilayah terdampak Aceh dapat berjalan lebih sistematis dan berjangka panjang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

TOP STORIES

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...