Earth Hour 2026, WWF Ajak Masyarakat ‘Beri Ruang untuk Bumi’

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kampanye global Earth Hour 2026 kembali digelar pada Sabtu (28/3/2026) dengan mengajak masyarakat di seluruh dunia mematikan lampu selama 60 menit sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan krisis iklim.

WWF menyebut Earth Hour tahun ini mengusung tema “Beri Ruang untuk Bumi” dan menjadi momentum untuk mendorong aksi nyata di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan alam.

“Gerakan Earth Hour harus dapat memacu percepatan transisi energi Indonesia yang menuju positif bagi alam,” ujar CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda.

Read also:  Kolaborasi Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Iklim di Indonesia

Ia menekankan pentingnya integrasi antara agenda energi dan pemulihan alam. “Di dekade penentu ini, kita perlu segera mengalihkan subsidi fosil ke solusi berbasis alam,” katanya.

Perayaan Earth Hour 2026 dipusatkan di Banda Aceh, dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan puluhan komunitas dan dukungan pemerintah daerah. Aksi pemadaman lampu dimulai pukul 20.30 waktu setempat dan diikuti jutaan orang di lebih dari 180 negara.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak masyarakat berpartisipasi dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan. “Ini langkah sederhana untuk penghematan energi sekaligus kontribusi nyata menghadapi krisis iklim,” ujarnya.

Read also:  London Climate Action Week, Indonesia Dorong Pasar Biodiversity Credit yang Adil Bagi Masyarakat

Selain pemadaman lampu, masyarakat juga didorong melakukan berbagai aksi ramah lingkungan seperti mengurangi penggunaan plastik, menghemat air, hingga beraktivitas di alam.

WWF mengingatkan kondisi lingkungan global semakin mengkhawatirkan. Laporan Living Planet 2024 mencatat penurunan drastis populasi satwa liar dunia serta meningkatnya tekanan terhadap ekosistem penting.

Di Indonesia, Earth Hour telah berjalan sejak 2009 dan kini melibatkan sedikitnya 15 kota. Kampanye ini juga dikaitkan dengan upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon, termasuk melalui kebijakan pemerintah daerah seperti di DKI Jakarta.

Read also:  IESR Minta Pemerintah Evaluasi Mandatori B50, Nilai Elektrifikasi Lebih Efektif untuk Transisi Energi

Earth Hour pertama kali digelar pada 2007 di Sydney dan berkembang menjadi salah satu gerakan lingkungan terbesar di dunia. Tahun ini menandai 20 tahun perayaan global dan 19 tahun pelaksanaan di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang...

IESR Minta Pemerintah Evaluasi Mandatori B50, Nilai Elektrifikasi Lebih Efektif untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia – Institute for Essential Services Reform (IESR) meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang resmi berlaku mulai...

El Nino Diprediksi Lebih Parah, Wamen LH Minta Kepala Daerah Siaga Kebakaran TPA Sampah

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengingatkan seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tempat...

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan ke Taman Nasional Betung Kerihun, Sudah Lulus Sekolah Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali melepasliarkan lima individu orangutan hasil rehabilitasi ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten...

Menhut Tegaskan Tidak Ada Pelepasan Kawasan Hutan Sejengkal Pun di Kuantan Singingi (Kuansing)

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan tidak pernah menerbitkan keputusan pelepasan kawasan hutan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi...

TOP STORIES

Indonesia Establishes Forestry Carbon Hub to Strengthen National Carbon Market

Ecobiz.asia — Indonesia's Ministry of Forestry will launch the Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH) as a national collaboration platform to strengthen the country's forestry...

FSC Develops Global Carbon Credit Certification Standard, Targets 2029 Rollout

Ecobiz.asia — The Forest Stewardship Council (FSC) is developing a global certification standard for carbon credits that will incorporate benefit-sharing requirements to ensure carbon...

Kemenhut Bentuk Indonesia Forestry Carbon Hub, Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membentuk Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH) atau Sentra Karbon Kehutanan Indonesia sebagai wadah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam...

FSC Siapkan Standar Sertifikasi Kredit Karbon, Ditargetkan Berlaku Mulai 2029

Ecobiz.asia – Forest Stewardship Council (FSC) tengah mengembangkan standar sertifikasi khusus untuk kredit karbon yang ditargetkan rampung pada 2028 dan mulai diterapkan di berbagai...

Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang...