BRIN Kembangkan Pilot PLTSa Merah Putih, Olah Sampah Jadi Energi hingga 80%

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih di Bantargebang sebagai solusi pengelolaan sampah perkotaan sekaligus sumber energi terbarukan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi teknologi berbasis riset nasional untuk menjawab tantangan krisis sampah di kota besar.

Penelitian tersebut akan dipaparkan oleh Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Wiharja, dalam forum Media Lounge Discussion (MELODI) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Wiharja menjelaskan, BRIN telah mengembangkan fasilitas pilot PLTSa sejak 2017 sebagai proof of concept teknologi konversi sampah menjadi energi.

Pengembangan ini juga menjadi respons atas implementasi kebijakan pemerintah terkait percepatan pembangunan PLTSa, yang terus diperbarui melalui berbagai regulasi hingga Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

Read also:  Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Wiharja menjelaskan, secara teknis sistem PLTSa Merah Putih bekerja dengan memanfaatkan sampah kota sebagai bahan bakar. Sampah terlebih dahulu melalui proses pemilahan dan pengeringan untuk meningkatkan nilai kalor, kemudian dibakar dalam tungku untuk menghasilkan panas.

“Panas tersebut digunakan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin dan generator sehingga menghasilkan listrik. Sementara gas buang telah melalui sistem filtrasi sesuai baku mutu lingkungan,” ujar Wiharja.

Melalui pendekatan ini, PLTSa mampu mengurangi volume sampah hingga 80% sekaligus mengonversinya menjadi energi listrik.

Saat ini, fasilitas pilot PLTSa Merah Putih di Bantargebang memiliki kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari dengan produksi listrik sekitar 700 kW. Listrik yang dihasilkan masih digunakan untuk kebutuhan internal karena proyek ini masih dalam tahap demonstrasi dan belum beroperasi secara komersial.

Read also:  Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Wiharja menambahkan, dalam skala penuh, potensi energi dari sampah perkotaan di kota besar seperti Jakarta dapat mencapai puluhan megawatt, tergantung pada volume dan karakteristik sampah.

Dari sisi teknologi, sistem yang dikembangkan BRIN berbasis proses insinerasi yang telah banyak digunakan secara global. Namun, teknologi ini telah diadaptasi dengan karakteristik sampah Indonesia yang umumnya memiliki kadar air tinggi dan belum terpilah dengan baik.

Selain itu, sistem dirancang berbasis riset nasional sehingga lebih fleksibel untuk diterapkan di berbagai daerah, dengan fokus pada efisiensi proses, pengendalian emisi, serta minimisasi residu.

Read also:  PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Meski demikian, implementasi PLTSa Merah Putih secara luas masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan dan kualitas pasokan sampah, kebutuhan investasi awal dan biaya operasional, serta aspek penerimaan sosial dan lingkungan.

Karena itu, BRIN menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan PLTSa Merah Putih secara berkelanjutan.

Ke depan, PLTSa Merah Putih diproyeksikan menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah terpadu nasional, sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan penguatan ketahanan energi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Ecobiz.asia – Komitmen iklim Indonesia dinilai belum memadai dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama karena lemahnya pendanaan, pemantauan, dan pengendalian polusi udara. Dalam Healthy NDC...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Ecobiz.asia — Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 menguji kombinasi batch drilling dan dual completion dalam pengembangan Sumur GNK-114 di Gunung Kemala, Prabumulih....

Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), berhasil merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

TOP STORIES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...