BRIN Gandeng Universitas Waseda Jepang Kembangkan Basis Data Jejak Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng Universitas Waseda Jepang untuk mengembangkan basis data jejak karbon guna memperkuat kebijakan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

Plt. Kepala Pusat Riset Teknologi Pengujian dan Standar BRIN, Himma Firdaus, menyatakan pengembangan sistem data berbasis sains ini penting untuk menghitung emisi karbon secara transparan dan ilmiah. Data tersebut akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan berbasis bukti, termasuk dalam penetapan harga karbon.

Read also:  Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

“Indonesia menargetkan emisi nol bersih pada 2060. Untuk mencapainya, kita butuh data akurat, metodologi andal, dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Himma saat Simposium bertajuk “Proyek Pengembangan Basis Data Nasional Penilaian Dampak Lingkungan Indonesia untuk Mendukung Model Industri Baru” yang digelar di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Ia menekankan bahwa sistem ini akan mengumpulkan data dari sektor-sektor penyumbang emisi seperti pertambangan, energi, pertanian, dan otomotif.

Read also:  Indonesia, Norway Launch Fifth Small Grant Facility for FOLU Net Sink, Target 300 Groups

Teknologi digital dan inovasi hijau akan dimanfaatkan untuk membangun model pemantauan yang komprehensif dan terintegrasi.

Selain memperkuat landasan ilmiah kebijakan iklim, proyek ini juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis berkelanjutan di tengah transisi menuju ekonomi hijau. BRIN berharap kerja sama ini memperkuat kemitraan Indonesia-Jepang dalam menghadapi krisis iklim global.

Simposium yang digelar merupakan kolaborasi antara BRIN dan Waseda University dan menjadi ajang pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dari Indonesia dan Jepang.

Read also:  Indonesia Launches SOIFO 2026, Highlights 95.5 Million Hectares of Forest

Tujuannya adalah menyusun kerangka bank data jejak karbon dan sistem pemantauan emisi yang dapat diterapkan lintas sektor. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Hutan dan Implementasi REDD+

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) menggelar pertemuan regional untuk memperkuat implementasi pengurangan...

Pasar Karbon dan Pelestarian Hutan Jadi Agenda Indonesia di COP31, Hashim: Dukungan Investor Luar Biasa

Ecobiz.asia — Indonesia akan membawa penguatan pasar karbon yang transparan dan berintegritas serta operasionalisasi Pasal 6 Paris Agreement sebagai agenda dalam Konferensi Perubahan Iklim...

TOP STORIES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...