BPSDM Kementerian ESDM Gandeng JOGMEC Jepang, Persiapkan SDM Capai Target Net Zero Emission

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kerja sama dengan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) untuk pengembangan SDM dalam mendukung transisi energi mencapai Net Zero Emission.

Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara BPSDM Kementerian ESDM dan JOOGMEC ditandatanganni oleh Kepala BPSDM Kementerian ESDM Prahoro Nurtjahyo dan Chairman & CEO JOGMEC Takahara Ichiro di Tokyo, Jepang, Selasa, 8 Oktober 2024.Program Magang bagi Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Read also:  Indonesia Tawarkan Energi Hijau untuk Tarik Investasi Data Center

Berdasarkan siaran pers JOGMEC, kesepakatan kerja sama tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk membina pengembangan SDM di sektor energi dan sumber daya mineral Indonesia, khususnya untuk mempersiapkan Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. 

Baca juga: Pemerintah Terbitkan PP 36 Tahun 2024 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP pada KLHK, Bandrol Penggunaan Kawasan Hutan Naik

Kolaborasi ini akan memungkinkan pegawai dari Kementerian ESDM Indonesia berpartisipasi dalam program magang di JOGMEC. Peserta magang akan mendapatkan pengetahuan teknologi canggih dan pengalaman praktis, yang akan memperkuat kemampuan teknis mereka setelah kembali ke Indonesia.

Read also:  Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

JOGMEC dan Indonesia telah menjalin kemitraan jangka panjang, bekerja sama di berbagai bidang utama seperti minyak dan gas alam, sumber daya mineral, energi panas bumi, pengembangan batu bara, dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). 

Program magang baru ini merupakan perluasan signifikan dari upaya kolaboratif ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan dan keterampilan antara kedua negara, sekaligus berkontribusi pada keamanan energi, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Read also:  Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Baca juga: Komitmen Kuat Terhadap Kinerja Keberlanjutan, Regional Indonesia Timur Raih 5 Penghargaan Keselamatan Kerja dari Kementerian ESDM

Sebagai bagian dari misinya untuk memastikan pasokan energi dan sumber daya mineral yang stabil dan berkelanjutan, JOGMEC berdedikasi untuk mempromosikan pengembangan SDM dan memberikan dukungan teknis, baik di dalam negeri maupun internasional. 

Melalui program ini, JOGMEC berupaya untuk memperdalam hubungan kerja sama dengan Indonesia, memperkuat ikatan yang kuat antara kedua negara dan berkontribusi pada pengembangan profesional terampil di sektor energi dan mineral Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

Biaya dan Perizinan Jadi Tantangan Pengadaan Listrik Hijau bagi Industri Indonesia

Ecobiz.asia — Biaya listrik hijau dan kemudahan perizinan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam mengakses energi terbarukan di Indonesia. Survei terhadap...

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...