BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan PT Mars Symbioscience Indonesia yang bermitra dengan PT Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia dan PT Papandayan Cocoa Industries (Barry Callebaut).

Kerja sama ini mengintegrasikan dukungan teknis sektor swasta dengan instrumen pembiayaan inovatif BPDLH guna membangun rantai pasok yang transparan, akuntabel, dan memiliki daya telusur tinggi, khususnya bagi petani kakao dan kopi.

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menyebut skema dana bergulir BPDLH tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun rekam jejak finansial petani melalui peningkatan literasi keuangan.

Read also:  ICVCM Setujui Dua Metodologi Verra untuk Pengurangan Metana dari Budidaya Padi dan TPA Sampah

“BPDLH hadir untuk membantu meningkatkan literasi keuangan petani. Melalui skema dana bergulir, kita tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun rekam jejak finansial petani,” katanya dalam keterangan yang dikutip Kamis (10/4/2026)

Melalui skema Fasilitas Dana Bergulir (FDB), BPDLH menyalurkan pembiayaan kepada Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) dan kelompok Perhutanan Sosial. Skema ini dirancang fleksibel dengan siklus pengembalian yang menyesuaikan karakteristik usaha kehutanan dan agroforestri.

Read also:  Perkuat Penjagaan Kawasan Hutan, Prabowo Setujui Penambahan 21.000 Polhut

FDB juga menerapkan blended finance model yang mengombinasikan akses permodalan dengan pendampingan teknis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Kemitraan dengan offtaker global memberikan kepastian pasar, menekan risiko usaha, serta memperkuat keberlanjutan ekonomi di tingkat tapak.

Penyaluran pembiayaan mencakup 500 petani kakao di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, Sulawesi Selatan; 200 petani kakao di Kabupaten Lampung Timur dan Pesawaran, Lampung; serta 150 petani kopi di Kelompok Perhutanan Sosial KTH Rengganis di Kabupaten Jember dan Tanggamus. Selain itu, BPDLH juga membiayai empat KTHR di Kediri untuk skema tunda tebang pohon mangga podang.

Read also:  WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

BPDLH turut menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk pembiayaan 38 petani di Desa Salimbatu, Kabupaten Bulungan, serta 200 petani di Kabupaten Malinau dan Bulungan.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, mengatakan kelompok tani hutan perlu berkembang menjadi entitas usaha profesional dengan tata kelola yang baik serta mampu mengelola dana bergulir secara bertanggung jawab.

“Dana bergulir juga harus terhubung dengan kepastian pasar melalui kemitraan dengan offtaker,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik hingga Selasa (15/9/2026) malam....

B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Ecobiz.asia — Implementasi biodiesel 50% atau B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU di seluruh Indonesia atau sekitar 94%. Pemerintah kini mengejar penyelesaian transisi...

WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Transformasi sistem pangan di Indonesia perlu didorong dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peritel sebagai penghubung utama antara produsen dan konsumen. Penguatan...

KKP Tetapkan 683.826,89 Ha Perairan di Maluku Tengah Jadi Kawasan Konservasi, Habitat Penting Hiu Martil

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan perairan Pulau Teon, Nila, dan Serua (TNS), Maluku Tengah, Maluku, seluas 683.826,89 hektare sebagai Kawasan Konservasi...

Kemenhut Blak-blakan Penegakan Hukum Karhutla, 31 Kasus Libatkan Perorangan hingga Korporasi

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap penanganan 31 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 10 provinsi dengan total areal terdampak mencapai 3.625 hektare....

TOP STORIES

Verra Launches Scope 3 Standard Program to Certify Value Chain Climate Action

Ecobiz.asia – Verra has launched its Scope 3 Standard (S3S) Program, a framework designed to quantify, verify and certify the climate outcomes of projects...

Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik hingga Selasa (15/9/2026) malam....

B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Ecobiz.asia — Implementasi biodiesel 50% atau B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU di seluruh Indonesia atau sekitar 94%. Pemerintah kini mengejar penyelesaian transisi...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Transformasi sistem pangan di Indonesia perlu didorong dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peritel sebagai penghubung utama antara produsen dan konsumen. Penguatan...