Berhasil Tingkatkan Produksi, Ekuasi Pemboran ‘HAZZ Equation’ PHR Betot Perhatian Dunia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – HAZZ Equation, sebuah metode inovatif untuk meningkatkan produksi minyak dari lapisan reservoir kualitas rendah (LQR) di lapangan Minas, berhasil mencuri perhatian dunia.

Executive Vice President Upstream Business PHR, Andre Wijanarko, mengatakan bahwa ekuasi HAZZ berhasil menciptakan metode kalkulasi pemboran horizontal pada lapisan LQR, yang selama ini belum menjadi reservoir prioritas untuk produksi minyak primer di lapangan Minas. 

“Laju alir minyak dengan kandungan air 5 hingga 10% dari lapisan LQR ini memberi tambahan peluang besar ekstraksi minyak dari lapangan minyak tertua ini, sebelum PHR menerapkan teknologi pengurasan minyak tahap lanjut  (Enhanced Oil Recovery)  untuk lapangan ini,” ujar Andre, Senin (30/12/2024).

Baca juga: Sukses Selesaikan Proyek dengan Selamat, Patra Drilling Contractor Raih Penghargaan PHR

Read also:  PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Penerapan HAZZ Equation di Lapangan minyak Minas telah memberikan hasil yang sangat menggembirakan. Metode ini telah berhasil meningkatkan produksi minyak sebesar 2.400 barel per hari (BOPD) dari dua sumur pengembangan baru. 

Berbekal data core dari proyek pilot injeksi surfaktan tahun 1990-an, HAZZ equation berhasil menemukan potensi besar lapisan LQR yang dapat diekstraksi melalui teknik pemboran horizontal, dengan proporsi kandungan air jauh lebih rendah dari umumnya produksi dari sumur-sumur di Minas.

HAZZ Equation menjadi perhatian dunia di ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2024. 

Dalam acara akbar yang dihadiri lebih dari 2.200 perusahaan energi dari berbagai negara dan menampilkan lebih dari 1.800 pembicara terkemuka.

Read also:  Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

HAZZ equation berhasil lolos untuk dipresentasikan di ajang bergengsi ADIPEC 2024, setelah melewati serangkaian proses seleksi. 

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan apresiasinya. 

“Penemuan kandungan minyak pada lapisan LQR di lapangan Minas ini merupakan game changer, mengubah cara pandang kita terhadap potensi produksi minyak dari lapisan LQR di Minas. PHR menunjukkan integritas sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” ujar Rikky.

Baca juga: PHR Capai Produksi 2.350 BOPD di Sumur Eksplorasi Pertama Lapangan Pinang East

Keberhasilan HAZZ Equation di Lapangan Minas membuka peluang untuk menerapkan metode ini di lapangan minyak lainnya yang memiliki karakteristik serupa. PHR berencana untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan HAZZ Equation agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi industri minyak dan gas Indonesia.

Read also:  PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Lapangan Minas merupakan salah satu ladang minyak paling besar dan produktif di Indonesia. Setelah ditemukan pada tahun 1941 dan mulai diproduksikan sejak tahun 1954, area yang memiliki luas 67,28 km persegi di Provinsi Riau ini telah menghasilkan lebih dari 2,75 miliar barel minyak mentah. 

Meski lapangan Minas telah beroperasi lebih dari 80 tahun, namun para perwira—atau Pertamina Wira, sebutan untuk pekerja Pertamina—terus melakukan berbagai inisiatif dan inovasi. 

Mulai dari digitalisasi ribuan data sumur lama, penerapan manajemen reservoir tingkat lanjut (Advanced Reservoir Management) hingga kalkulasi ulang data sumur-sumur lama menggunakan Artificial Intelligence (AI). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Ecobiz.asia — Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 menguji kombinasi batch drilling dan dual completion dalam pengembangan Sumur GNK-114 di Gunung Kemala, Prabumulih....

Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), berhasil merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

TOP STORIES

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

Menjelang Pemberlakuan EUDR: Seberapa Siap Indonesia?

Oleh: Diah Suradiredja (Pemerhati perdagangan komoditas berkelanjutan dan berkeadilan) Ecobiz.asia - European Union Deforestation Regulation atau EUDR segera memasuki tahap penerapan. Regulasi ini berlaku bagi operator...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...