Wamenkeu Suahasil Sebut Transisi Energi Rendah Karbon Peluang Pembangunan Masa Depan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, transisi energi menuju ekonomi rendah karbon harus dilakukan sekaligus merupakan peluang pembangunan di masa depan. 

Hal ini disampaikan dalam Public Lecture yang mengusung topik Energy Transition Towards a Low Carbon Economy di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

“Hal ini bukan sekedar suatu keharusan namun merupakan peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merupakan peluang untuk memastikan bahwa masyarakat kita mendapatkan energi yang layak, dan juga merupakan peluang untuk memastikan bahwa kita dapat tumbuh bersama secara merata di seluruh Indonesia,” ungkap Wamenkeu.

Baca juga: Indonesia dan Norwegia Perpanjang Kerja Sama Iklim dan Kehutanan, Sampai Tahun 2030

Transisi energi ini juga menjadi bentuk komitmen Indonesia memenuhi agenda perubahan iklim global dengan dua janji kepada dunia. Pertama, mencapai Nationally Determined Contribubiton (NDC) sesuai Paris Agreement, yang saat ini terus disempurnakan. Kedua, Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Read also:  Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Namun di sisi lain, Wamenkeu mengatakan Indonesia masih banyak mengandalkan sektor heavy carbon dengan kekayaan sumber daya alam seperti batu bara. 

Indonesia perlu menyediakan energi yang ramah lingkungan dengan cukup dan berkualitas serta murah dan berkelanjutan untuk bisa terjangkau oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, sangat penting untuk menetapkan langkah hal yang dapat kita lakukan. Kami ingin menyediakan energi bagi rakyat kami, kami ingin menyediakan listrik bagi rakyat kami, kami ingin memberikan kesejahteraan kepada rakyat kami. Kita harus melakukannya secara berkelanjutan dimulai dari kondisi saat ini. Ini tidak akan mudah, tapi kami melakukan apa yang telah kami tetapkan,” jelas Wamenkeu.

Read also:  Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Indonesia telah mendorong kerja sama dalam skala global dengan membentuk Energy Transition Mechanism (ETM). Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan juga telah melakukan penandaan climate budget tagging yang bisa menelusuri jumlah anggaran negara yang digunakan untuk mitigasi perubahan iklim.

Baca juga: PGE dan Sinopec Star Jalin Kemitraan Pengembangan Energi Panas Bumi, Lirik Pengembangan Hidrogen Hijau

Wamenkeu melanjutkan, Indonesia juga mengajukan beberapa inisiatif lain dengan membangun pasar pertukaran karbon. Karbon adalah area baru yang memungkinkan agenda perubahan iklim Indonesia bisa maju. 

Read also:  Kebutuhan Listrik Data Center Diproyeksi Tembus 32 GW pada 2032

Sejak diluncurkan pada September 2023, bursa karbon Indonesia telah memperdagangkan 1,5 juta ton karbon. Wamenkeu meyakini jumlah ini akan berlanjut karena Indonesia memiliki banyak potensi.

“Saat ini banyak orang yang datang ke Pemerintah meminta konsesi hutan untuk melestarikan pohon dan kemudian memanen kredit karbon. Ini adalah produk baru yang akan menjadi sangat penting di masa depan dalam cara kita mengelola pendanaan perubahan iklim. Mengapa? Sebab Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang masih memiliki hutan. Kita harus bisa memanfaatkan hutan kita sebagai jalan untuk mencapai tujuan tersebut,” pungkas Wamenkeu. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...