KLH Bentuk Satgas Implementasi Pasca-MRA untuk Perkuat Pasar Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah membentuk satuan tugas (task force) independen untuk mengawal implementasi skema perdagangan karbon setelah ditandatanganinya sejumlah Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan lembaga internasional. 

Pembentukan task force ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa proses pasca-MRA berjalan efektif dan kredibel di tengah dinamika pasar karbon global.

Direktur Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH, Wahyu Marjaka, menjelaskan bahwa MRA bukanlah akhir dari proses, melainkan titik awal dari tahapan panjang yang membutuhkan pengawalan serius. 

Read also:  Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Baca juga: PwC Beberkan Rekomendasi Rencana Aksi untuk Gairahkan Pasar Karbon Indonesia

“Kami sedang menyusun terms of reference agar task force ini bersifat independen, profesional, dan berintegritas tinggi. Nantinya mereka akan mengawal setiap proyek karbon yang masuk ke dalam skema MRA,” ujar Wahyu dalam diskusi bertajuk Unlocking Potential: Progress After MRA in Indonesia Carbon Market Ecosystem di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Read also:  Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin integritas pasar karbon nasional, sekaligus menjawab kebutuhan pengawasan terhadap proyek-proyek karbon yang makin kompleks. 

Task force akan menyusun standar operasional dan memantau kelayakan setiap proyek, agar tidak terjadi stagnasi di titik-titik tertentu dalam rantai perdagangan karbon.

Baca juga: Jepang Dorong Standarisasi Karbon Biru ASEAN, Soroti Inisiatif Indonesia

KLH telah menjalin MRA dengan Gold Standard pada 8 Mei 2025 lalu. Saat ini KLH tengah menyelesaikan proses serupa dengan Verra dan beberapa lembaga internasional lainnya. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah menandatangani MRA bilateral dengan Jepang.

Read also:  Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Wahyu mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan pasar karbon baik dari sisi volume perdagangan maupun respons pasar. Dia optimis bahwa upaya pembenahan regulasi, penguatan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas akan menciptakan ekosistem karbon yang lebih siap menghadapi permintaan global. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...