KKP Pastikan Pengelolaan Karbon Biru Nasional Terapkan Prinsip High Integrity

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan pengelolaan ekosistem karbon biru nasional akan dijalankan dengan prinsip high integrity guna menjaga kredibilitas Indonesia dalam pengembangan pasar karbon, sekaligus memastikan manfaat iklim, sosial, dan ekonomi berjalan seimbang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan pendekatan berintegritas tinggi menjadi prasyarat utama agar karbon biru dapat berkontribusi nyata terhadap target iklim nasional dan kepercayaan pasar.

“Pengembangan karbon biru harus berbasis sains, didukung tata kelola yang kuat, sistem MRV yang kredibel, serta perlindungan sosial dan lingkungan. Tanpa itu, kredibilitas program nasional akan dipertanyakan,” kata Koswara dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Penegasan tersebut disampaikan menyusul penyelenggaraan Workshop on High-Integrity Blue Carbon di Jakarta, yang digelar KKP sebagai langkah strategis memperkuat kesiapan Indonesia dalam merancang dan mengelola inisiatif karbon biru yang transparan dan berkelanjutan dalam kerangka Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Read also:  KLH Sudah Siapkan Draft Permen LH Biodiversity Credit, Cegah Praktik Makelar

Forum tersebut melibatkan pejabat pimpinan tinggi dan tenaga teknis lintas unit di lingkungan KKP, kementerian dan lembaga terkait, mitra pembangunan, serta organisasi internasional di bidang iklim, ekosistem pesisir, dan pasar karbon. Workshop difokuskan pada penyelarasan pemahaman teknis, kebijakan, dan kesiapan implementasi karbon biru di Indonesia.

Menurut Koswara, penguatan karbon biru juga menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan ekosistem mangrove dan padang lamun terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam mitigasi perubahan iklim berbasis pesisir.

“Ekosistem karbon biru tidak hanya berperan menyerap emisi, tetapi juga menjaga ketahanan pesisir, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Read also:  Pasar Karbon dan Pelestarian Hutan Jadi Agenda Indonesia di COP31, Hashim: Dukungan Investor Luar Biasa

Untuk memperkuat tata kelola, KKP mendorong penguatan koordinasi internal melalui pembentukan Tim Terpadu Pengelolaan Karbon Biru lintas Eselon I. Tim ini akan berperan dalam standardisasi metodologi, penguatan sistem MRV, penyusunan baseline dan target, serta pelaporan karbon sektor kelautan secara terintegrasi.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menegaskan karbon biru tidak boleh semata diposisikan sebagai instrumen ekonomi. Menurutnya, pengembangannya harus berbasis sains dan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem serta masyarakat pesisir, sejalan dengan agenda Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim dalam RPJMN 2025–2029.

Workshop tersebut juga membahas aspek safeguards dan uji tuntas proyek karbon biru. Perwakilan dari United Nations Office on Drugs and Crime dan Indonesia Ocean Justice Initiative menyoroti pentingnya perlindungan sosial, transparansi tata kelola, serta pencegahan risiko dalam pengembangan proyek karbon biru.

Read also:  Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Sementara itu, Steven Lutz dari GRID-Arendal menekankan pentingnya integritas data, kejelasan tata kelola, dan kesesuaian dengan standar internasional untuk menjaga daya saing karbon biru Indonesia di pasar global.

Dalam sesi studi kasus global, Kenya Marine and Fisheries Research Institute memaparkan pengalaman pengembangan proyek karbon biru berbasis padang lamun, sedangkan Japan Blue Economy Association berbagi praktik Jepang dalam membangun pasar karbon biru nasional, termasuk pendekatan penetapan harga dan penggunaan panduan IPCC.

Workshop ini diselenggarakan KKP bekerja sama dengan GRID-Arendal dan Yayasan Rekam Nusantara, serta didukung oleh Norwegian Agency for Development Cooperation melalui Program Oceans for Development. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...