Indonesia Luncurkan Program Konservasi Hutan dan Gambut di Riau, Didukung UN-REDD dan Pemerintah Inggris

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia resmi meluncurkan program konservasi hutan dan lahan gambut berskala provinsi di Riau, yang bertujuan memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian komitmen iklim nasional. 

Inisiatif bertajuk Growing Resilience through Emissions Reductions, Community Empowerment and Ecosystem Restoration for a Nurturing Future atau GREEN for Riau ini didukung oleh Program UN-REDD dan didanai oleh Pemerintah Inggris.

Program ini akan dijalankan di Provinsi Riau, wilayah yang kaya akan hutan dan lahan gambut di Pulau Sumatra. 

Baca juga: Sudah Buat Studi Kelayakan di Dua Lokasi, Perhutani Siap Masuki Bisnis Perdagangan Karbon

Riau diketahui memiliki cadangan karbon besar, namun juga menjadi salah satu provinsi yang paling terdampak oleh deforestasi dan degradasi lahan dalam tiga dekade terakhir.

Read also:  Survei Setahun Danantara: Publik Optimistis, Strategi Investasi Dinilai Tertinggal

“GREEN for Riau bertujuan untuk menerapkan standar internasional dan memperkuat keterlibatan sektor swasta,” ujar Gubernur Riau H. Abdul Wahid dalam peluncuran program, Kamis (8/5/2025).

Inisiatif ini akan memperkuat kesiapan Riau dalam skema REDD+ dengan meningkatkan tata kelola, transparansi, kapasitas teknis, serta kolaborasi multipihak. 

Selain itu, program ini mendorong peran aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan dan lahan gambut, memperkuat ekonomi hijau, serta mendukung pembagian manfaat yang adil.

Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Surati Perusahaan yang Terindikasi Alami Kebakaran Hutan

GREEN for Riau juga ditujukan untuk membuka akses terhadap skema Results-Based Payments (RBP) melalui perencanaan yang inklusif, penguatan kapasitas, dan sistem pemantauan yang solid. 

Dalam pelaksanaannya, Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) akan memberikan bantuan teknis.

Read also:  Gencar Kampanye Pelestarian Alam Lewat Lagu Bertema Gunung, Ady Eks Naff Siap Luncurkan “Merbabu”

Peluncuran program ini bertepatan dengan upaya percepatan Indonesia dalam memenuhi target Enhanced Nationally Determined Contributions (eNDC) di bawah Kesepakatan Paris, yakni mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen melalui upaya nasional, dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030. 

Sektor kehutanan dan penggunaan lahan menjadi pilar utama dalam pencapaian target tersebut, melalui kerangka seperti FOLU Net Sink 2030 dan Sistem Informasi Safeguard untuk REDD+.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, menyebut program ini sebagai langkah penting dalam memperdalam Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia. 

“Saya menantikan kolaborasi yang lebih kuat dengan Indonesia dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan planet yang lebih layak huni bagi masyarakat kita,” ujarnya.

Read also:  Perusahaan Batubara dan Nikel yang Dibekukan KLH Capai 80 Unit, Masih akan Bertambah

Baca juga: Norwegia Minati Kredit Karbon Indonesia, Lengkapi Skema RBC REDD+

Riau, dengan luas lahan gambut mencapai 4,9 juta hektare, telah kehilangan sekitar 2,8 juta hektare hutan sejak 1990 hingga 2020 akibat ekspansi pertanian, pembalakan liar, dan kebakaran hutan. 

Kondisi ini tidak hanya meningkatkan emisi, tetapi juga mengganggu ekonomi lokal, memicu konflik lahan, serta meningkatkan risiko bencana.

“Riau adalah provinsi pertama di Indonesia yang mengadopsi standar pasar karbon hutan berintegritas tinggi untuk mengakses pembayaran berbasis hasil yang berintegritas,” kata Gita Sabharwal, Koordinator Residen PBB di Indonesia. 

“Langkah ini dapat menjadi model transisi hijau bagi provinsi dan negara lain,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHM Gelar Safari Ramadan di Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk Anak Disabilitas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) PHM menggelar kegiatan Safari Ramadan di Balikpapan pada akhir pekan lalu sebagai...

PHE Sebut Kolaborasi dengan Industri Asuransi Penting bagi Keberlanjutan Hulu Migas

Ecobiz.asia -- Peningkatan aktivitas dan produksi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam beberapa tahun ke depan dinilai membuka peluang besar bagi industri...

GeoDipa Salurkan Ribuan Paket Sembako bagi Masyarakat Dieng dan Patuha

Ecobiz.asia -- PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menggelar program Safari Ramadhan 1447 Hijriah dengan menyalurkan bantuan 10.115 paket sembako bagi masyarakat di wilayah...

Gakkum Kehutanan Tangkap Aktor Kunci Jaringan Pembalakan Liar di Taman Nasional Baluran

Ecobiz.asia — Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menangkap seorang tersangka berinisial AH (40) yang diduga menjadi aktor kunci jaringan pembalakan liar di...

PGN Alokasikan CAPEX USD 353 Juta pada 2026 untuk Pengembangan Infrastruktur Gas

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menyiapkan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar USD 353 juta pada...

TOP STORIES

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PGE Teams Up With South Pole to Accelerate Carbon Portfolio Shift to Paris Agreement Mechanism

Ecobiz.asia — Indonesian geothermal developer PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) is accelerating the transition of its carbon project portfolio to the global...

PHM Gelar Safari Ramadan di Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk Anak Disabilitas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) PHM menggelar kegiatan Safari Ramadan di Balikpapan pada akhir pekan lalu sebagai...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...