Indo Tambangraya Megah (ITM) Serahkan Pengelolaan Persemaian Mentawir ke Kemenhut

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) secara resmi menyerahkan pengelolaan Persemaian Mentawir kepada Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Persemaian tersebut menjadi bagian dari kolaborasi sektor pertambangan dan kehutanan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Persemaian Mentawir dibangun oleh ITM sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan untuk mendukung penghijauan IKN dan sekitarnya. 

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pembangunan nasional tidak boleh dipertentangkan dengan pelestarian lingkungan.

Baca juga: Tanam 9,5 Juta Pohon, Vale Rehabilitasi 14.230 Hektare DAS di Sulsel Tahun 2024

Read also:  Jaga Keandalan Infrastruktur Energi Nasional, Pertagas Perkuat Budaya K3 Berkelas Dunia

“Saya tidak anti tambang. Ini berkah dari Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan pendapatan negara. Namun kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan tetap menjadi perhatian utama,” ujar Menteri Raja Juli saat acara serah terima persemaian di Jakarta, dalam sebuah seremoni di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Ia menegaskan pentingnya praktik pertambangan yang baik (good mining practices) dan menyebut masih banyak pelaku usaha yang belum memadukan kegiatan tambang dengan upaya pelestarian lingkungan. 

Meski demikian, ia optimistis karena menemukan contoh praktik baik di lapangan, seperti yang ia lihat di Sorowako, Sulawesi.

Read also:  PLN Mulai Terapkan Smart & Green Building, Pasang Sistem Energi Pintar

Persemaian Mentawir yang memiliki kapasitas produksi hingga 15 juta bibit per tahun tidak hanya akan mendukung penghijauan IKN, tetapi juga menjadi pusat edukasi, pemberdayaan sosial, dan penyedia bibit gratis bagi masyarakat.

Menteri Raja Juli juga menekankan perlunya skema pembiayaan yang fleksibel agar pengelolaan persemaian tidak hanya bergantung pada anggaran negara. Ia mendorong pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) untuk membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta.

“Mari kita lanjutkan kolaborasi ini agar keterbatasan yang ada bisa kita atasi bersama demi kelestarian hutan,” katanya.

Read also:  PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Baca juga: Menteri Kehutanan Siapkan Aturan Baru untuk Perusahaan Tambang Pemegang PPKH

Menhut juga memberikan apresiasi kepada ITM dan berharap langkah ini menginspirasi pelaku industri lainnya untuk berperan aktif dalam pemulihan lingkungan, tidak hanya sebagai donatur, tetapi sebagai mitra strategis.

Selain itu, Kemenhut saat ini tengah menyusun standar kompetensi khusus untuk pelaku usaha tambang di bidang rehabilitasi hutan dan reklamasi. Hal ini bertujuan agar praktik baik yang telah diterapkan di beberapa lokasi dapat menjadi acuan kebijakan nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) dan transportasi CO2 untuk...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Chinese Firms Dominate Interest in Danantara Waste-to-Energy Power Projects

Ecobiz.asia — Investor interest in Indonesia’s waste-to-energy power plant projects being developed by Danantara Investment Management (DIM) has surged in the second round of...

Indonesia’s SBK Carbon Project Advances Toward Credit Issuance With Potential for 4 Million VCUs

Ecobiz.asia — The South Barito Kapuas (SBK) Forest Carbon Project in Central Kalimantan, Indonesia, has completed validation and verification under the Verified Carbon Standard...

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

Peminat Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Danantara Membludak, Didominasi Perusahaan China

Ecobiz.asia – Minat investor terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikembangkan Danantara Investment Management (DIM) melonjak tajam pada gelombang kedua seleksi mitra...