AEER: Integrasi Smelter Nikel ke Jaringan PLN Jadi Kunci Dekarbonisasi Industri Sulawesi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) menilai integrasi smelter nikel ke jaringan listrik PT PLN (Persero) yang berbasis energi baru terbarukan (EBT) menjadi langkah krusial untuk menekan emisi karbon industri nikel di Sulawesi yang terus meningkat.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Transisi Energi Sistem Kelistrikan Sulawesi Industri Nikel yang menghadirkan perwakilan pemerintah, PLN, akademisi, dan peneliti pada Rabu (28/1/2026).

Peneliti AEER Timotius Rafael mengatakan ekspansi industri pengolahan nikel selama satu dekade terakhir telah memicu lonjakan kebutuhan energi yang sebagian besar masih dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara captive.

“Kebutuhan energi besar ini selama ini dipenuhi oleh PLTU batubara captive yang dibangun dan dioperasikan langsung oleh industri,” kata Timotius.

Menurutnya, smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) membutuhkan sekitar 30–50 MWh listrik untuk menghasilkan satu ton setara nikel, sementara teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) memerlukan sekitar 15,58 MWh per ton. Ketergantungan pada PLTU captive tersebut membuat emisi industri nikel melonjak signifikan.

Read also:  Dekarbonisasi Kilang Pertamina Internasional Catat Pengurangan Emisi Sepanjang 2025, Lampaui Target

“Di Sulawesi, emisi PLTU captive mencapai sekitar 68 juta ton CO₂ atau 57 persen dari total emisi PLTU captive nasional pada 2024,” ujar Timotius.

Ia menambahkan, industri nikel di Sulawesi menyumbang sekitar 12,3 persen emisi gas rumah kaca nasional, sementara kontribusinya terhadap PDRB nasional hanya 7,1 persen.

AEER menilai ketimpangan tersebut menunjukkan perlunya perubahan strategi pasokan energi industri nikel. “Tanpa penutupan PLTU captive, target dekarbonisasi industri nikel di Sulawesi akan sulit tercapai,” tegas Timotius.

Sebagai solusi, AEER mendorong penyesuaian kapasitas produksi smelter melalui pengurangan bertahap teknologi RKEF yang boros energi dan peningkatan proporsional kapasitas HPAL seiring permintaan baterai kendaraan listrik.

Read also:  KLH Segel Dua Perusahaan Batu Bara Pencemar Sungai, Penyebab Matinya Pesut Mahakam

Strategi ini dinilai dapat menekan kebutuhan energi, memperpanjang umur cadangan nikel, serta mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan.

Lebih lanjut, Timotius menekankan pentingnya integrasi smelter ke jaringan PLN yang ditopang EBT. “Potensi permintaan listrik industri yang besar seharusnya menjadi sinyal bagi PLN untuk masuk menyuplai kawasan industri, sehingga PLTU captive batubara dapat dihentikan,” katanya.

Dari sisi kebijakan, Koordinator Ketenagalistrikan, Hilirisasi, dan Kawasan Ekonomi Kementerian ESDM Fadolly Ardin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk memberi fleksibilitas bagi PLN dan produsen listrik swasta (IPP) membangun pembangkit di luar proyek yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Read also:  KUHAP Baru Berlaku, Kemenhut Siapkan Strategi Baru Penegakan Hukum Kehutanan

“ESDM sedang menggodok aturan yang memberi fleksibilitas bagi PLN maupun IPP untuk membangun pembangkit listrik meski tidak tercantum dalam RUPTL,” ujar Fadolly.

Sementara itu, Vice President Pelanggan Korporasi dan Bisnis PLN Fauzi Aburusman menyatakan RUPTL 2025–2034 telah memandatkan penguatan sistem kelistrikan Sulawesi dengan tambahan pembangkit 10,4 GW, yang didominasi energi baru terbarukan sebesar 7,7 GW.

“Pembangunan sistem ketenagalistrikan di Sulawesi membutuhkan investasi sekitar Rp2.000–3.000 triliun, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan pendanaan PLN,” kata Fauzi.

Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Tumiran menambahkan bahwa percepatan transisi ketenagalistrikan memerlukan transformasi pengetahuan dan keterampilan agar sistem berbasis EBT dapat menopang industri strategis secara andal.

“Percepatan transisi ketenagalistrikan menuju EBT mensyaratkan transformasi pengetahuan dan keterampilan secara menyeluruh,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Indonesia–Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat Periode Keempat, Perkuat Partisipasi Publik dalam Aksi Iklim

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat guna memperkuat partisipasi publik dalam mendukung pencapaian...

Kelola Sampah Plastik Laut, Pemkab Berau dan WWF Indonesia Operasikan TPS3R RUPIAH di Pulau Derawan

Ecobiz.asia — Pemerintah Kabupaten Berau bersama WWF Indonesia mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) RUPIAH (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan sebagai...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...